Ming. Jan 18th, 2026

Jelang Nataru, Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Alami Kenaikan

CiremaiNews,Kuningan – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat, M.Si melakukan monitoring langsung terhadap ketersediaan pasokan serta harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern di Kabupaten Kuningan, Sabtu (20/12/2025).

Monitoring tersebut dilakukan bersama Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Diskatan, Diskanak, Diskopdagperin, Bagian Perekonomian dan SDA, dan instansi lainnya.

Adapun lokasi yang menjadi sasaran pemantauan meliputi Toserba Griya, Toserba Surya, Pasar Baru Kuningan, dan Pasar Kepuh Kuningan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat menjelang momentum Nataru.

Bupati Dian Rachmat menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan, harga kebutuhan pokok secara umum masih terpantau relatif stabil. Meski demikian, terdapat kenaikan pada beberapa komoditas tertentu seperti telur dan sayuran, namun dinilai masih dalam batas kewajaran.

“Secara umum harga di pasar masih stabil. Ada kenaikan di beberapa item, tetapi belum mengkhawatirkan,” ujar Bupati Dian yang akrab disapa Bapa Urang.

Namun demikian, Bupati menemukan adanya harga beras SPHP Bulog di salah satu toko modern yang tidak sesuai dengan ketentuan. Ia pun meminta agar pihak terkait segera melakukan penyesuaian harga sesuai regulasi yang berlaku.

Selain itu, kenaikan harga daging ayam juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Saat ini, harga ayam mengalami kenaikan sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram, dengan kisaran harga Rp42.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit tercatat mencapai sekitar Rp70.000 per kilogram.

Bupati Dian menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kuningan akan terus melakukan pemantauan secara berkala serta mengambil langkah-langkah pengendalian yang diperlukan guna menjaga stabilitas harga, daya beli masyarakat, dan kelancaran aktivitas ekonomi di pasar tradisional maupun modern menjelang Nataru.(Tatang Budiman)

Berita Terkait