Sen. Mei 18th, 2026

Jembatan Cijemit Hanyut Akibat Banjir,Ini Langkah yang Dilakukan Pemkab Kuningan

CiremaiNews,Kuningan – Pemerintah Kabupaten Kuningan memastikan pembangunan jembatan di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, tetap dilanjutkan meski sempat terdampak banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, meninjau langsung lokasi pembangunan jembatan pada Minggu (29/3/2026), didampingi Sekretaris Daerah Uu Kusmana, jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur Forkopimcam setempat.

Menurut Bupati, curah hujan ekstrem yang disertai angin kencang menyebabkan debit air Sungai Cijemit meningkat drastis hingga mencapai ketinggian sekitar 8 meter. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah material konstruksi jembatan yang belum terpasang permanen hanyut terbawa arus.

“Ini kejadian luar biasa yang tidak terduga. Material besi yang terbawa arus masih diupayakan untuk bisa dimanfaatkan kembali,” ujar Dian.

Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama pemerintah desa, tim teknis, dan pihak rekanan akan mengoptimalkan penggunaan kembali material yang masih layak pakai. 

Selain itu, pembangunan jembatan tetap menjadi prioritas karena akses tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan sejumlah wilayah, seperti Ciniru, Gunungmanik, Pinara, hingga Cipedak.

Untuk menjaga mobilitas masyarakat, Bupati juga menginstruksikan pembangunan jembatan sementara agar aktivitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian, tidak terganggu.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kuningan, Tedy, memastikan pekerjaan fisik jembatan tetap berjalan meskipun menghadapi kendala di lapangan. Ia menyebutkan, secara umum kondisi struktur utama masih aman untuk dilanjutkan.

“Struktur abutmen di sisi utara dan selatan dalam kondisi stabil. Bagian sayap utara juga sudah diperbaiki dan dinyatakan aman,” kata Tedy.

Ia menambahkan, pihak rekanan akan mendatangkan alat berat tambahan berupa ekskavator berkapasitas besar guna mempercepat proses evakuasi dan pemasangan material di area sungai.

Namun, tantangan utama saat ini adalah penanganan material besi jembatan sepanjang 50 meter yang sempat hanyut. Dari lima bagian yang ada, satu bagian mengalami kerusakan cukup berat sehingga berpotensi tidak dapat digunakan kembali.

“Material yang terbawa arus sedang kami upayakan untuk ditarik kembali. Jika tidak memungkinkan, akan dilakukan penggantian untuk menjamin keamanan struktur,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, ditambah kondisi cuaca yang belum stabil serta hilangnya pilar tengah jembatan, target penyelesaian proyek diperkirakan mundur sekitar tiga minggu dari jadwal semula.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan tidak ada kerusakan fatal pada desain utama jembatan dan tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan dengan kualitas yang kokoh dan aman.

“Terpenting adalah keamanan dan kekuatan struktur. Kami upayakan akses masyarakat bisa segera normal kembali,” pungkas Tedy.

Diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan, khususnya Kecamatan Ciniru, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB menyebabkan peningkatan debit Sungai Cijemit secara signifikan hingga menyeret material pembangunan jembatan.(Tatang Budiman)

Berita Terkait