CiremaiNews.com, Kuningan – Ade Wahyudi mengungkapkan bahwa logistik Pemilu melibatkan perlengkapan pemungutan suara dan dukungan lainnya, dan perlu dipastikan jumlah, jenis, kualitas, dan waktu distribusinya yang tepat. Menurutnya, keakuratan dalam menentukan kebutuhan logistik Pemilu memerlukan ketelitian, keterampilan, dan kemampuan untuk memahami setiap jenis logistik.
“Distribusi logistik Pemilu yang tepat waktu dan memadai menjadi faktor krusial untuk kelancaran pemilihan. Kualitas logistik yang kurang memadai dapat mengganggu proses pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS),” ujar Ade Wahyudi pada Senin (29/1/2024).
Menghadapi potensi pelanggaran pada tahapan logistik yang rawan, Panwaslu bersama Sekretariat Pengawas Pemilu Kecamatan perlu mengambil langkah-langkah strategis dalam pencegahan, pengawasan, dan penanganan pelanggaran pada tahapan distribusi logistik. Ade menyarankan penerapan manajemen distribusi logistik yang terintegrasi secara otomatis untuk memantau distribusi secara real-time, pentingnya kebijakan dan komitmen untuk memfasilitasi sarana dan prasarana distribusi logistik secara merata, serta persiapan sumber daya manusia yang kompeten.
“Pemetaan pusat distribusi logistik berdasarkan aksesibilitas menjadi kunci mengatasi kondisi cuaca buruk dan bencana alam,” tambahnya.
Dalam rangka pemenuhan logistik Pemilu tahun 2024, PPK Kecamatan Ciniru merinci data pemilih dan TPS. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 15.773 dengan pembagian laki-laki dan perempuan. Ada 9 desa dan 74 TPS di Kecamatan Ciniru.
Rencana pemenuhan logistik Pemilu terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup kotak suara, tinta, bilik pemungutan suara, segel, dan segel plastik. Sedangkan tahap kedua melibatkan surat suara, sampul, formulir, alat bantu tuna netra, dan daftar pasangan calon. Semua rencana ini disusun dengan cermat untuk memastikan kelancaran pemilihan dan ketersediaan perlengkapan sesuai standar.
Sebagai langkah strategis, Panwaslu dan PPK Kecamatan Ciniru mengadopsi perencanaan yang melibatkan manajemen distribusi logistik yang terintegrasi, kebijakan fasilitasi sarana dan prasarana, persiapan sumber daya manusia yang kompeten, serta pemetaan pusat distribusi logistik berbasis aksesibilitas. Semua upaya ini diarahkan untuk menjaga integritas dan kelancaran proses pemilihan di Kecamatan Ciniru. (red)

