Rab. Jun 3rd, 2026

Kirain Lap Kotor, Ternyata Macan Tutul Sembunyi di Balai Desa

Oplus_131072

CiremaiNews.com, Kuningan – Warga Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, dibuat geger dengan kemunculan seekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) di area pemukiman pada Selasa (25/8/2025). Hewan buas berusia sekitar tiga tahun itu ditemukan dalam kondisi lemas dan akhirnya dievakuasi tim gabungan.

Seorang warga bernama Imam Supena menjadi saksi mata yang pertama kali melihat satwa langka itu dari jarak dekat. Ia mengaku awalnya tidak menyangka sama sekali.
“Awalnya saya kira itu lap yang kotor. Setelah melihat lebih jelas, ternyata macan tutul. Saya kaget dan langsung lari. Warga lain pun awalnya tidak percaya sampai akhirnya melihat sendiri,” ungkapnya.

Macan tutul jantan tersebut pertama kali diketahui seorang pekerja konstruksi. Saat ditemukan, hewan itu tidak agresif, bahkan tampak beristirahat.
“Macan tutul itu sedang tidur ketika terkejut warga. Sempat lari masuk ke sebuah ruangan. Dugaan sementara, ia turun ke pemukiman karena sumber makanan di habitatnya langka,” kata Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan, Andri Arga.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, Damkar Satpol PP, BPBD, TNI, dan Polri diterjunkan ke lokasi. Bahkan, dokter hewan khusus dari Garut dan Bandung dilibatkan untuk menangani hewan dilindungi itu.
“Tim menyiapkan bius tembak (tranquilizer dart) untuk menenangkan satwa. Setelah itu kondisi fisiknya dicek terlebih dahulu sebelum dipindahkan dengan aman,” jelas Andri.

Kepala Bidang Konservasi Wilayah (SKW) III BKSDA Jabar, Achmad Arifin, membenarkan laporan warga sekaligus mengungkapkan langkah lanjutan terhadap satwa liar ini.
“Kami pasang camera trap dan memberikan edukasi agar masyarakat tetap tenang. Hewan ini sensitif, sehingga evakuasi juga harus mengendalikan kerumunan. Setelah pemeriksaan, macan tutul akan menjalani rehabilitasi. Jika sehat, bisa dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” terangnya.

Hingga kini, BKSDA masih meneliti apakah kemunculan macan tutul di Kutamandarakan ada kaitannya dengan kasus sebelumnya yang menyerang ternak kambing warga di wilayah Hantara dan Tundagan.
“Lokasi berbeda, jadi perlu kajian lebih dalam,” tambahnya.

Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat Kuningan tentang kondisi habitat satwa liar di sekitar kawasan. Kelangkaan sumber makanan dan kerusakan hutan berpotensi meningkatkan konflik antara manusia dan hewan yang dilindungi.

Berita Terkait