Karya “Pohon Emas” oleh Ropih Amuntubilah adalah representasi mendalam dari pengaruh budaya lokal dan filosofi yang kaya. Karya ini menjadi simbol keseimbangan antara manusia, alam, dan dimensi spiritual, menggambarkan pohon sebagai penghubung antara dunia fisik dan spiritual. Dalam konteks ini, pohon melambangkan sumber kehidupan yang tidak hanya bersifat materi tetapi juga spiritual.
Warna emas dalam karya ini dapat diartikan sebagai simbol kekayaan dan pencapaian tertinggi. Namun, emas juga merepresentasikan nilai-nilai luhur yang lebih dalam, mencerminkan pencarian makna hidup dan aspirasi untuk mencapai tingkat spiritual yang lebih tinggi. Ropih dikenal dengan eksperimennya menggunakan bahan alami yang memberikan kedalaman pada karyanya, menggabungkan tradisi dengan interpretasi modern.
Secara visual, “Pohon Emas” menggambarkan perjalanan hidup dan pertumbuhan. Pohon yang dilapisi emas melambangkan transendensi—perubahan yang membawa makna spiritual. Karya ini mengundang penontonnya untuk merenung lebih jauh tentang hubungan mereka dengan alam dan kekuatan spiritual.
Keterkaitan karya ini dengan budaya lokal sangat kuat; pohon sering dianggap sebagai tempat tinggal roh, mengajak kita untuk menghargai alam. Emas memperkuat pesan bahwa kehidupan memiliki dimensi spiritual, lebih dari sekadar fisik. Karya ini juga bisa dilihat sebagai kritik terhadap materialisme yang merajalela, mendorong introspeksi tentang apa yang sebenarnya bernilai dalam hidup.
Dengan demikian, “Pohon Emas” bukan hanya sebuah karya seni visual yang mempesona, tetapi juga ajakan untuk memahami nilai-nilai kehidupan yang lebih dalam. Ropih Amuntubilah berhasil menciptakan karya yang kaya akan simbolisme dan makna, menjadikannya lebih dari sekadar objek estetis—sebuah refleksi tentang kehidupan dan hubungan manusia dengan alam serta spiritualitas. (Rival Awaludin)

