Jum. Jan 16th, 2026

PS Pluto Ancam Bubar Jika Pemdes Luragung Tonggoh Tetap Bangun Tower

CiremaiNews.com, Kuningan– Masyarakat Desa Luragung Tonggoh, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, dibuat resah oleh wacana pembangunan tower di sekitar lapangan sepak bola desa mereka. Penolakan datang dari berbagai kalangan, termasuk dari tim sepak bola lokal, PS Pluto, yang mengancam akan membubarkan diri jika pembangunan tetap dipaksakan.

Rencana pembangunan tower ini mulai ramai dibicarakan sejak awal April, dan menjadi pembahasan serius seluruh elemen masyarakat. Puncaknya, pada 17 April lalu, digelar musyawarah antara Pemerintah Desa (Pemdes), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan perwakilan masyarakat untuk membahas pro dan kontra rencana pembangunan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa rencana pembangunan tower dibatalkan karena dinilai menimbulkan dampak negatif dan akan mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan olahraga di lapangan sepak bola.

Namun, keputusan tersebut kembali dipertanyakan setelah pada Senin, 26 April, Pemdes mengadakan pertemuan lanjutan bersama Ketua RT dan BPD. Pertemuan itu kembali membuka wacana pembangunan tower di samping lapangan sepak bola, yang langsung memicu kemarahan warga dan para pemain PS Pluto.

Ketua PS Pluto, Yono, menegaskan timnya tidak akan tinggal diam jika tower tetap dibangun. Ia menyebutkan potensi bahaya seperti sambaran petir yang mengancam keselamatan para pemain.

“Kalau Pemdes memaksakan pembangunan tower, maka PS Pluto akan bubar. Kami tidak mau dibayang-bayangi ancaman petir saat latihan atau bertanding,” ujarnya.

Kemarahan juga disampaikan oleh tokoh masyarakat setempat, H. Yogi, yang menilai Pemdes tidak konsisten terhadap hasil musyawarah pertama.

“Pemdes seharusnya konsisten dengan keputusan rapat yang pertama. Jangan plin-plan. Ini bisa membuat masyarakat berpikiran buruk terhadap pemerintah desa,” tegasnya.

Sebagai bentuk penolakan, masyarakat dan pemain PS Pluto membentangkan spanduk yang berisi penolakan pembangunan tower di sekitar lapangan. Mereka juga berencana melakukan audiensi resmi dengan pihak Pemdes dalam waktu dekat.

Masyarakat berharap agar pemerintah desa mendengarkan aspirasi warga dan menjaga komitmen terhadap keputusan yang telah disepakati bersama.

Berita Terkait