Ciremainews, Kuningan – Terpilih kembali sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kuningan, H Udin Kusnaedi langsung memancang agenda konsolidasi internal partai. Restrukturisasi kepengurusan menjadi langkah awal yang dinilai krusial untuk memperkuat posisi PAN dalam peta politik lokal.Udin Kusnaedi menegaskan, penataan ulang struktur partai akan dilakukan secara menyeluruh dengan membuka ruang partisipasi bagi berbagai elemen masyarakat. Ia menilai PAN harus tampil sebagai kekuatan politik yang inklusif, tanpa sekat latar belakang politik masa lalu.“PAN harus menjadi rumah bersama. Tidak lagi melihat warna baju, tetapi melihat komitmen untuk membangun partai dan melayani masyarakat,” ujar Udin.Menurutnya, keterlibatan akademisi, tokoh masyarakat, ulama, hingga politisi lintas latar belakang diperlukan untuk memperkuat mesin partai menjelang agenda politik ke depan. Ia juga menekankan bahwa aktivitas kepartaian di PAN merupakan kerja pengabdian, bukan orientasi materi.“Ini kerja sosial. Pengurus PAN tidak digaji, tetapi bekerja untuk kepentingan masyarakat,” katanya.Dalam konteks kebijakan, DPD PAN Kuningan akan menyelaraskan program kerja dengan arah kebijakan nasional. Fokus utama diarahkan pada sektor ketahanan pangan sebagai isu strategis yang dinilai berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi daerah.
- Pelantikan Pengurus IDI Kuningan 2026–2029, Bupati Tekankan Profesionalisme dan Kepercayaan Publik
- Mau Hidup Tenang, Yuk Kenali dan Hindari Penyakit Hati
- Pasangan Penjual Sayur di Kuningan Wujudkan Impian Naik Haji Setelah Menabung Puluhan Tahun
- PKB Peringkat Keempat Survei Poltracking, DPC Kuningan Tegaskan Komitmen “Politik Kehadiran”
- Musrenbang RKPD 2027 Jabar, Pemkot Cirebon Siap Selaraskan Arah Kebijakan
Selain itu, Udin menegaskan posisi PAN sebagai partai pengawal kebijakan strategis pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda nasional PAN.
Menghadapi kontestasi politik mendatang, Udin menargetkan penguatan elektoral secara terukur. Ia mendorong pemekaran daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Kuningan dari lima menjadi tujuh Dapil sebagai upaya memperluas basis dukungan.
“Targetnya jelas, setiap Dapil harus ada wakil PAN di DPRD Kabupaten Kuningan. Restrukturisasi ini menjadi kunci untuk meningkatkan perolehan kursi,” tegasnya.
Langkah konsolidasi dan penajaman arah politik tersebut menandai upaya PAN Kuningan untuk memperkuat posisi tawar partai di tengah dinamika politik daerah.

