Jum. Apr 17th, 2026

Rute DTBL 2 Tawarkan Pemandangan Hutan Eksotis di Ciremai

CiremaiNews.com, Kuningan – Gelaran Disini Tuh Tenang Buat Lari (DTBL) 2 Trail Run 9K sukses digelar di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (16/8/2025).
Acara lari lintas alam yang terbuka untuk semua kalangan, termasuk anak-anak di bawah 10 tahun, ini menarik antusiasme tinggi, dengan 209 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Tangerang, Cirebon, Bekasi, hingga Tasikmalaya.

Ketua Penyelenggara, Iman Cenme, menegaskan bahwa DTBL 2 bukan sekadar soal kecepatan, melainkan pengalaman berlari di alam terbuka.

“Acara ini terbuka untuk semua kalangan, baik pelari trail berpengalaman maupun pemula. Fokusnya bukan hanya mengejar waktu, tapi juga menikmati proses, menaklukkan jalur, dan mengagumi keindahan alam Kuningan,” ujarnya.

Pihaknya menyiapkan jalur evakuasi serta batas waktu (cut off time) empat jam demi mengakomodasi berbagai tingkat kemampuan peserta. Lomba yang dimulai pukul 07.00 WIB ini memiliki rute yang wajib diikuti oleh semua peserta sesuai arahan panitia. Peserta juga dilarang memotong jalur atau memilih rute lain.

Dalam ajang ini, para peserta memperebutkan gelar pemenang untuk 3 tercepat putra dan 3 tercepat wanita. Panitia juga menyediakan doorprize yang diundi untuk semua peserta yang telah mendaftar dan membayar biaya registrasi. Selain itu, setiap finisher yang berhasil mencapai garis akhir dalam batas waktu yang ditentukan akan mendapatkan medali.

Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Siti Rahmatika, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan DTBL 2.

“Banyak peserta datang tidak hanya dari Kuningan, tetapi juga dari berbagai kota dan kabupaten lain. Ini menjadi momentum penting karena Kuningan semakin dikenal sebagai tujuan pariwisata, khususnya pariwisata alam. Saya berharap DTBL ke depan lebih baik, lebih sukses, dan semakin mengangkat nama Kuningan,” ucapnya.
Ia menegaskan, keberadaan acara semacam ini juga harus selaras dengan status Kuningan sebagai kabupaten konservasi.

“Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) perlu membuka ruang untuk kegiatan positif seperti ini. Karena bagaimanapun, olahraga dan wisata harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam,” imbuh Ika.
Sementara itu, salah satu peserta kategori master, Indra Bayu Permana, mengaku terkesan dengan jalur lintasan DTBL 2 yang melewati kawasan hutan.
“Track DTBL itu indah sekali. Para pelari bisa menikmati suasana blok Kimaung yang kini sedang populer. Rutenya menantang tapi juga cocok buat hiking atau sekadar rekreasi bersama keluarga,” tuturnya.

Berita Terkait