CiremaiNews.com, Kuningan – Tim pemenangan pasangan calon H. Yanuar Prihatin – Udin Kusnedi (Y-U) memberikan tanggapan terkait berbagai reaksi masyarakat terhadap pernyataan calon mereka. Salah satu juru bicara tim pemenangan, Ismah Winartono menjelaskan tanggapan publik berkisar dari positif hingga negatif, dan menyebutkan hal ini merupakan bagian dari dinamika kehidupan bermasyarakat.
“Alhamdulillah banyak yang menanggapi perkataan dan penyataan paslon kami berbagai reaksi bermunculan dari yang positif hingga ke yang negatif itu semua wajar dalam kehidupan bermasyarakat,” kata dia. Ia juga menyoroti adanya beberapa narasi yang dianggap kurang tepat, khususnya dalam analogi sapu.
Imma menjelaskan sapu yang digunakan analogi dalam konteks ini hanya merupakan alat bantu, bukan penentu utama kebersihan. “Sapu yang kotor itu di rumah manapun di muka bumi ini pasti akan selalu dibersihkan jikalau ingin membersihkan dalam rumah, siapapun kalau mau nyapu pake sapu kotor selain capek akan sia sia karena rumah akan tetap kotor,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sapu juga merupakan simbol dari niat dan tindakan dalam kepemimpinan. “Sapu itu niat dan tindakan dalam memimpin nanti,” jelasnya. Menurutnya, alat yang tidak layak pakai harus diganti agar hasil kerja optimal.
Immawati juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah dengan cara yang konstruktif. “Kalau sapunya sudah tidak layak bahkan patah ya harus ganti yang baru masa dipertahankan,” katanya.
Dia menutup pernyataannya dengan harapan agar proses politik dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Saya rasa santai saja, riang gembira saja supaya proses pendidikan politik menjadi sebenar-benarnya sesuai dengan fungsinya bahwa politik adalah seni mengatur kehidupan bersama bagaimana agar semua manusia merasa damai dan sejahtera,” tutup dia.***

