CiremaiNews,Kuningan– Menjelang pergantian Tahun Baru Imlek 2577, Ketua Yayasan Klenteng Kun An Tong, Toto Heryanto, menyampaikan pandangannya mengenai makna filosofis Tahun Kuda Api. Ia menilai simbol Kuda Api membawa pesan kuat tentang kerja keras, kegigihan, dan semangat pantang menyerah.
“Tahun 2577 ini adalah Tahun Kuda Api. Maknanya, kita harus kerja keras. Ibaratnya kuda, kita harus ‘capek’ dulu untuk bisa meraih keberhasilan dan keberkahan yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Toto saat memberikan keterangan di Kuningan.
Menurut Toto, karakter kuda identik dengan pergerakan dinamis dan tenaga besar. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Imlek sebagai titik awal untuk meningkatkan etos kerja dan menumbuhkan optimisme dalam menghadapi tantangan di tahun mendatang.
Ia juga menyinggung situasi nasional yang diprediksi masih menghadapi sejumlah dinamika. Menurutnya, kondisi politik kemungkinan belum sepenuhnya stabil, serta masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.
“Prediksi saya, situasi politik mungkin masih kurang stabil dan bencana alam masih perlu diwaspadai. Namun, kita semua berharap ketahanan pangan tetap terjaga dengan baik bagi seluruh rakyat,” katanya.
Meski demikian, Toto menekankan pentingnya menjaga persatuan dan sikap optimistis agar berbagai tantangan dapat dihadapi secara bersama-sama.
Tekankan Integritas dan Kesehatan
Selain membahas simbol shio, Toto mengingatkan pentingnya integritas dan kesehatan sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan. Ia mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur atas rezeki yang diperoleh, selama didapatkan dengan cara yang benar.
“Berapapun rezeki yang kita dapat, yang penting halal dan harus disyukuri. Tapi ingat, kesehatan adalah yang utama. Tanpa badan yang sehat, kita tidak akan maksimal dalam berusaha,” tegasnya.
Terkait prosesi perayaan, Toto menjelaskan bahwa sembahyang utama menyambut Tahun Baru Imlek akan dilaksanakan pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 00.00 WIB.
Ia menambahkan, perayaan Imlek merupakan momen universal yang dirayakan warga Tionghoa di berbagai belahan dunia dengan harapan kehidupan yang lebih baik, penuh keberuntungan, serta keberkahan di tahun yang baru.(Tatang Budiman)

