Sab. Apr 4th, 2026

Hebat! Dinkes Kuningan Raih Dua Penghargaan Nasional 

{"data":{"pictureId":"3145aceb5975420d8b3b65dbba6b407f","appversion":"7.1.0","stickerId":"","filterId":"","infoStickerId":"","imageEffectId":"","playId":"","activityName":"","os":"android","product":"retouch","originAppId":"7356","exportType":"","editType":"","alias":"","enterFrom":"enter_launch","capability_key":["edit"],"capability_extra_v2":{"edit":[{"panel":"composition"}]},"effect_type":"tool","effect_id":"edit"},"source_type":"hypic","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"client_key":"awgvo7gzpeas2ho6","template_id":"","filter_id":[],"capability_key":["edit"],"capability_extra_v2":{"edit":[{"panel":"composition"}]}}"}

CiremaiNews,Kuningan— Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kamis (26/2/2026).

Penghargaan pertama diberikan atas kelengkapan dokumen rekomendasi Pemetaan Risiko Penyakit Infeksi Emerging (PIE) dengan capaian 100 persen. 

Sementara itu, penghargaan kedua diraih sebagai kabupaten/kota dengan capaian Pemetaan Risiko PIE terbaik Tahun 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, menjelaskan, apresiasi tersebut diberikan oleh Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen, ketepatan, dan kualitas pelaksanaan pemetaan risiko yang dilakukan secara sistematis dan komprehensif.

“Penyakit Infeksi Emerging merupakan kelompok penyakit yang kemunculannya sering terjadi secara tiba-tiba, memiliki tingkat penularan cepat, serta berpotensi berkembang menjadi kejadian luar biasa bahkan pandemi,” ujarnya.

Ia menyebutkan sejumlah penyakit yang termasuk kategori tersebut antara lain Middle East Respiratory Syndrome (MERS), COVID-19, Polio, dan Difteri. Menurutnya, ancaman penyakit-penyakit tersebut menuntut kesiapsiagaan, deteksi dini, serta langkah pencegahan yang terencana dan terukur.

Dr. Edi menegaskan, kegiatan pemetaan risiko menjadi langkah strategis dalam sistem kewaspadaan dini kesehatan masyarakat. Melalui pemetaan tersebut, Dinas Kesehatan dapat mengidentifikasi potensi risiko, wilayah rentan, faktor penyebab, serta kapasitas respons yang tersedia.

“Data dan analisis yang dihasilkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan intervensi, serta penguatan sistem surveilans di daerah,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan Kabupaten Kuningan dalam melakukan pemetaan secara lengkap, akurat, dan tepat waktu menunjukkan kuatnya koordinasi, profesionalisme sumber daya manusia, serta dukungan lintas sektor. Kolaborasi antara perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, unsur pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam membangun sistem pencegahan dan kewaspadaan dini yang efektif.

Penghargaan tersebut, lanjutnya, bukan sekadar simbol prestasi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memperkuat ketahanan daerah terhadap ancaman Penyakit Infeksi Emerging di masa mendatang.

“Melalui komitmen berkelanjutan, Kabupaten Kuningan diharapkan mampu menjadi contoh praktik baik dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat di tingkat nasional,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan atas capaian tersebut. Ia menilai penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam memperkuat sistem surveilans kesehatan serta kesiapsiagaan daerah terhadap potensi ancaman penyakit infeksi emerging.

Menurutnya, keberhasilan tersebut mencerminkan sinergi seluruh tenaga kesehatan dalam melakukan identifikasi, pemetaan, serta penyusunan rekomendasi risiko secara komprehensif dan terukur, sehingga mampu memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di Kabupaten Kuningan.(Tatang Budiman)

Berita Terkait