Sen. Mei 25th, 2026

Mitigasi Efek El Nino: Mari Bersiap Sejak Sekarang

Oleh : Riki Irfan ST M.Si (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)

CiremaiNews,- Kita telah mendengar mengenai prediksi datangnya El Nino di beberapa kawasan dunia termasuk di Indonesia. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi potensi El Nino dalam beberapa bulan kedepan, bahkan bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius di daerah tertentu. 

Persiapan menghadapi El Nino (kemarau ekstrem dan kekeringan) memerlukan mitigasi yang serius dan kita perlu fokus pada penghematan air dan menjaga kesehatan tubuh kita. El Nino menyebabkan  ketersediaan air berkurang dan kejadian cuaca panas ektreem. Pada kesempatan ini, penulis merangkum dari berbagai sumber terkait El Nino dan bagaimana kita mempersiapkan diri kita dan menjaga lingkungan kita.

El Nino dan Dampaknya bagi Kita

BRIN dan BMKG memprediksi Indonesia berpotensi menghadapi fenomena El Nino. Beberapa ahli memperkirakan kemunculan El Nino diperkirakan terjadi dari Juni hingga Agustus 2026. Kejadian ini perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dari biasanya.  

El Nino adalah kondisi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik meningkat. Hal ini terjadi karena melemahnya angin yang biasanya mendorong air hangat ke wilayah Indonesia. Akibatnya, awan hujan berpindah ke wilayah lain dan Indonesia mengalami penurunan curah hujan atau kekurangan hujan. 

Kekuatan El Nino diukur dengan menggunakan indikator anomali suhu permukaan laut. Nilai diatas 0,5 C menandakan adanya El Nino, El Nino kekuatan lemah (0,5–0,9 C), El Nino sedang (1–1,4 C), El Nino kuat (1,5–1,9 C), dan el Nino sangat kuat (≥2 C). Mari kita bersiap dan berupaya memitigasi dampak El Nino. 

Beberapa dampak dari El Nino yang kemungkinan akan kita rasakan, antara lain:

Kemarau panjang

Suhu udara terasa lebih panas

Kekurangan air bersih

Risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat

Gangguan pada pertanian dan hasil panen

Kondisi ini tentu akan mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Air mungkin menjadi lebih sulit didapat, tanaman mudah kering, dan kesehatan pun dapat mudah terganggu. Sangat penting bagi kita semua untuk mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. 

Saat ini kita tengah memasuki masa pancaroba (peralihan musim), cuaca menjadi tidak menentu, suhu bisa berubah drastis: pagi atau malam terasa dingin, sedangkan siang sangat panas. Tentu ini bisa menurunkan daya tahan tubuh, kondisi tubuh kadang jadi mudah sakit. Kita perlu menjaga asupan makanan dan pola istirahat dengan baik.

Mari kelola Air dan Lingkungan

Saat hujan masih turun, kita sebaiknya mulai menyimpan air sebagai cadangan untuk musim kemarau, karena salah satu kunci utama dalam menghadapi El Nino adalah pengelolaan air yang baik, jangan menyianyiakan air. 

Beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan sebagai bagian dari masyarakat:

Menampung air hujan menggunakan ember, tangki, atau wadah lain

Membuat sumur resapan di rumah

Memperbaiki keran atau saluran air yang bocor

Tidak membuang air hujan secara percuma

Konsep pengelolaan air yang dianjurkan adalah: tampung, resapkan, alirkan, dan pelihara. Dengan langkah langkah: Air ditampung untuk kebutuhan sehari-hari,  Sebagian air diserap ke tanah agar cadangan air tanah tetap ada,  Air dialirkan dengan baik agar tidak terbuang sia-sia, dan jaga Sumber air agar tetap bersih dan berfungsi. 

Upaya masyarakat umum untuk menjaga ketersediaan air dan mengurangi dampak kekeringan saat El Nino terjadi, antara lain: 

Menanam pohon di sekitar rumah atau sumber air

Membuat danau atau kolam kecil di lahan kosong

Menjaga sungai tetap alami dan bersih dari sampah agar air bisa meresap

Menanam tanaman di pinggir sungai untuk 

mengurangi panas

Petani dan masyarakat pertanian bisa mulai melakukan langkah berikut:

Menanam tanaman yang tahan kekeringan seperti jagung dan umbi-umbian

Mengatur jadwal tanam agar sesuai dengan kondisi cuaca

Melakukan variasi jenis tanaman (diversifikasi pangan)

Dengan langkah-langkah diatas, semoga dampak El Nino bisa kita minimalisir bersama sehingga tidak menyebabkan hal yang terlampau buruk pada diri dan lingkungan.

Mari Jaga Kesehatan Menghadapi Cuaca Ekstrem

Selain air dan lingkungan, kesehatan juga menjadi hal penting saat menghadapi El Nino dan cuaca tidak menentu. Cuaca panas dan udara kering dapat menyebabkan: Dehidrasi, Kelelahan, Gangguan pernapasan dan Penurunan daya tahan tubuh (rentan terkena virus dan bakteri). 

Berikut beberapa cara sederhana agar tetap sehat:

Minum Air cukup: Jangan menunggu haus. Minumlah air secara teratur agar tubuh tidak kekurangan cairan.

Gunakan Pakaian yang Nyaman: Pilih pakaian yang menyerap keringat saat panas, dan siapkan jaket saat suhu turun di malam hari.

Konsumsi Makanan Sehat: Perbanyak makan sayur, buah, dan protein untuk menjaga stamina.

Istirahat yang Cukup: Tidur yang cukup membantu tubuh tetap kuat dan tidak mudah sakit.

Sebisanya kurangi Aktivitas di Cuaca Ekstrem: Hindari aktivitas luar ruangan saat panas terik atau kondisi cuaca buruk jika tidak mendesak.

Waspada Kebakaran: Tidak membakar sampah sembarangan dan hindari membuang puntung rokok di tempat kering. 

Usahakan tidak naik gunung dan berkemping di masa panas, menghindari resiko kebakaran hutan. 

Pantau Informasi Cuaca: Selalu perhatikan informasi resmi dari BMKG agar siap menghadapi perubahan cuaca.

Badai El Nino dan perubahan cuaca adalah hal yang tidak bisa kita hindari, tetapi dampaknya bisa kita kurangi dengan persiapan yang tepat. Dengan menghemat air, menjaga lingkungan, dan merawat kesehatan, kita bisa tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman. 

Mari mulai dari langkah kecil di rumah masing-masing. Kesiapan kita hari ini akan sangat membantu menghadapi kondisi sulit di masa depan. Demikian, semoga artikel ini bermanfaat bagi pengingat kita semua. Wallahu alam bishawab.

Berita Terkait