Kam. Mei 28th, 2026

Ibadah Kurban: Bukti Ketaatan dan Perjuangan Melawan Kecintaan Berlebihan pada Dunia

Oleh : Riki Irfan ST M.Si (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)

CiremaiNews,Kuningan- Alhamdulillah, hari ini 10 Dzulhijjah gema takbir berkumandang diseluruh dunia, umat Islam sedang berbahagia merayakan hari Idul adha. Pada pagi hari, umat Islam berkumpul untuk melakukan sholat idul adha dipagi hari lalu dilanjutkan dengan menyembelih hewan kurban, setelahnya.

Ibadah kurban merupakan salah satu amalan mulia dalam Islam yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul adha dan pada 3 hari setelahnya (hari tasrik). Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan (kambing, sapi, kerbau atau unta), tetapi mengandung syarat makna yang dalam, yaitu sebagai bentuk ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wataala. 

Inti dari ibadah kurban adalah keikhlasan dan ketaatan, sebagai bagian dari ketakwaan bukan sekadar ritual lahiriah memotong hewan kurban, bukan darah dan daging kurban, sebagaimana Allah berfirman: “Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.” (QS. Al-Hajj: 37). 

Berikut ini,penulis rangkumkan beberapa Manfaat Dan Hikmah Ibadah Kurban, antara lain:

1.Meningkatkan Ketakwaan  

Ibadah kurban tidak terlepas dari kisah agung Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang diperintahkan untuk menyembelih putranya, Ismail. Peristiwa ini menunjukkan tingkat ketaatan yang luar biasa, di mana cinta kepada Allah mengalahkan cinta kepada keluarga. Dari kisah nabi Ibrahim, umat Islam belajar bahwa pengorbanan adalah jalan menuju mendekatkan diri kepada Allah. 

Ketika Nabi Ibrahim dan Ismail berhasil melewati ujian tersebut (mematuhi perintah Allah), Allah menggantinya dengan hewan kurban. Sungguh bukti bahwa ketaatan kepada Allah pasti membawa kebahagiaan dan keberkahan. Ibadah kurban mengajarkan nilai ketakwaan secara nyata. 

Dengan berkurban, seseorang menunjukkan bahwa ia lebih mencintai Allah daripada hartanya. Rasa ikhlas dalam berkurban juga membersihkan hati dari sifat kikir, sombong, dan cinta berlebihan terhadap materi. Selain itu, kurban menjadi sarana penyucian jiwa. Harta yang dikeluarkan akan menjadi lebih berkah, dan hati menjadi lebih lapang serta dekat dengan Allah. 

2. Upaya Mengalahkan Kecintaan berlebihan pada Dunia

Salah satu hikmah terbesar dari ibadah kurban adalah melatih seorang Muslim untuk mengurangi kecintaannya terhadap dunia. Manusia secara fitrah mencintai harta, namun melalui kurban, ia diajarkan untuk rela mengorbankan sebagian harta terbaiknya demi meraih ridha Allah. 

Ketika seseorang mampu melepaskan sesuatu yang dicintainya, maka ia sedang “menyembelih” hawa nafsu dan keterikatan berlebihan terhadap dunia. Kurban menjadi simbol bahwa seorang hamba harus mendahulukan kecintaan kepada Allah di atas segala hal, termasuk harta dan kepentingan pribadi. 

3.Menumbuhkan Rasa Syukur

Dengan adanya ibadah kurban, seseorang diajak untuk mensyukuri nikmat rezeki yang telah diberikan. Ketika kita mampu berbagi dengan orang lain, rasa syukur akan semakin meningkat dan hati menjadi lebih tenang serta bahagia. 

Melalui penyembelihan hewan kurban dan membagikan dagingnya, muslim meyakini bahwa semua rezeki adalah titipan dari Allah, harus disyukuri dengan berbagi kepada sesama. Manfaat berkurban tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat. 

4. Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Tidak hanya berdampak pada individu, ibadah kurban juga memiliki manfaat sosial yang besar. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar, sehingga menumbuhkan rasa kepedulian dan persaudaraan. 

Melalui kurban, seorang Muslim tidak hanya memperbaiki hubungannya dengan Allah, tetapi juga dengan sesama manusia. Inilah bentuk keseimbangan antara ibadah spiritual dan sosial dalam Islam. Ibadah kurban merupakan sarana pendidikan spiritual yang luar biasa. 

Melalui kurban, seorang Muslim belajar untuk mengalahkan kecintaan terhadap dunia, meneladani ketaatan Nabi Ibrahim, serta menumbuhkan ketakwaan dan keikhlasan kepada Allah. 

Demikian tulisan ini dibuat semoga menjadi penyemangat kita untuk berkurban, karena masih ada waktu hingga 13 Dzulhijjah untuk kita berkurban bagi yang belum melaksanakan di 10 Dzulhijjah ini. Hukum berkurban adalah sunnah muakad bagi yang mampu.

Ibadah ini istimewa karena mengandung banyak hikmah yang luar biasa. Hakikat kurban adalah menyembelih hawa nafsu dan meneguhkan bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala-galanya. Berkurban merupakan kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memberi manfaat bagi sesama. Wallahu a’lam bishawab.

Berita Terkait