CiremaiNews.com, Kuningan – Ribuan jamaah PKB Kabupaten Kuningan memenuhi Lapangan BLK Yayasan Arkasih dalam sebuah istighosah yang penuh makna, tidak hanya sebagai doa untuk keselamatan bangsa menjelang Pemilu 2024, tetapi juga sebagai peringatan Haul ke-4 KH. Ahmad Bagdja.
Acara ini menjadi momentum bagi Kiai Said Aqil Siradj untuk berbagi cerita tentang pengalaman bersama KH. Ahmad Bagdja, seorang tokoh dengan prinsip teguh namun sosok yang lembut.
“Sejak bersama Pak Bagdja dan Gus Dur, kami mengalami teror dari pemerintah Orde Baru, namun kami tidak gentar dan tetap bersatu di kantor PBNU,” ujar Kiai Said, di lapangan Desa Pajawan Kidul, Lebakwangi, Kuningan. Pada Selasa (6/2/2025) malam
Dalam ceramahnya, Kiai Said menekankan pentingnya memilih pemimpin yang dapat mewakili amanat agama, serta menunjukkan akhlak mulia. “Kaum santri harus memilih pemimpin yang dapat memimpin solat dan khutbah dengan baik,” tambahnya.
Namun, Kiai Said juga mengingatkan posisinya saat ini bukanlah sebagai pengurus partai atau PBNU, melainkan sebagai individu biasa. “Saya tidak memiliki jabatan atau kekuasaan, saya hanya seorang manusia kecil,” ujarnya dengan rendah hati.
Acara tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat, serta disambut dengan hangat oleh keluarga KH. Ahmad Bagdja. Ucapan terima kasih pun terlontar dari ketua Panitia, Yanuar Prihatin, yang juga merupakan putra dari KH. Ahmad Bagdja.
Sebagai penutup acara, dzikir bersama dipimpin oleh Kiai Ikram bin Ahmad, mengiringi doa agar proses pemilihan berjalan dengan damai. Kiai Ikram juga mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang jujur, baik, dan mencintai rakyatnya, sebagaimana tertuang dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 51.
Dalam suasana yang penuh kebersamaan, acara tersebut tidak hanya menjadi ajang doa, tetapi juga mengingatkan semua hadirin akan tanggung jawab memilih pemimpin yang berkualitas dan berakhlak mulia bagi masa depan bangsa.

