Klaim ribuan penonton dipertanyakan. Di lapangan, jalanan justru lengang dan pedagang merugi.
CiremaiNews.com, Kuningan – Event internasional Tour de Linggarjati (TdL) ke-8 Tahun 2025 yang digelar Sabtu–Minggu (13–14/9/2025) ternyata jauh dari ekspektasi. Meski 375 pembalap dari dalam dan luar negeri melahap lintasan 94,1 kilometer di 17 kecamatan kaki Gunung Ciremai, jalur Aruji Kartawijaya justru terlihat lengang.
Pantauan CiremaiNews, Minggu (14/9), area jalur balap lebih banyak dipenuhi petugas dan panitia dibanding masyarakat umum. Sorak penonton nyaris tak terdengar ketika rombongan pebalap melintas.
“Saya kira bakal rame seperti tahun lalu, ternyata sepi. Kebanyakan yang nonton di sini ya petugas dan panitia,” kata Yudi (34), warga Kelurahan Kuningan.
Sepinya penonton berdampak pada pedagang UMKM. Titi, penjual rangginang, mengaku terpaksa menutup lapak lebih awal. “Dari pagi sampai siang cuma laku 10 bungkus. Stok masih banyak, saya malah rugi,” keluhnya.
Ani (29) dan Taufik (40), dua warga sekitar, mengaku baru tahu ada balapan saat melihat rombongan pesepeda melintas. “Kalau tidak lewat depan rumah, saya juga tidak tahu ada acara ini,” ujar Taufik.
Minimnya penonton membuat klaim panitia soal ribuan penonton dipertanyakan publik. Padahal, event ini diharapkan mampu menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi warga.

