Sel. Jun 9th, 2026

Bupati Kuningan: Seren Taun Jadi Simbol Pelestarian Budaya dan Persatuan

CiremaiNews,Kuningan- Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menghadiri puncak perayaan Seren Taun 1957 Saka di Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, Minggu (7/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa budaya merupakan akar kemajuan yang harus dijaga di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Menurut Dian, Seren Taun bukan sekadar tradisi syukur panen, melainkan cerminan kehidupan yang mengajarkan keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan. Ia menilai tradisi yang telah diwariskan turun-temurun itu menjadi identitas sekaligus kekuatan masyarakat.

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhurnya,” ujar Dian dalam sambutannya.

Ia juga menyebut Seren Taun telah menjadi ikon budaya Kabupaten Kuningan yang dikenal hingga tingkat nasional dan internasional. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen memasukkan Seren Taun ke dalam kalender budaya daerah mulai tahun depan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan penguatan sektor pariwisata.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tri Panca Tunggal, Dewi Kanti Setianingsih, mengatakan Seren Taun tahun ini mengusung tema “Merdika Ngolah Rasa untuk Masa Depan Bangsa”. Tema tersebut menekankan pentingnya nilai gotong royong, kemanusiaan, dan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Puncak acara dimeriahkan berbagai pertunjukan seni budaya Nusantara dan prosesi adat, mulai dari Helaran Memeron, Ngajayak, Pangrajah hingga Penumbukan Padi. Tradisi ini kembali menegaskan Seren Taun sebagai warisan budaya yang memperkuat persatuan, toleransi, dan identitas kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.(Tatang Budiman)

Berita Terkait