Ciremainews – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar menggelar Silaturahim Ramadhan bersama sejumlah pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP), DPW Selengkapnya
KH Maman Imanulhaq: Tekankan Pentingnya Kebersamaan dalam Memaknai Pancasila
Ciremainews – Anggota MPR RI dari Fraksi PKB, KH. Maman Imanulhaq, kembali menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kabupaten Majalengka. Kegiatan yang Selengkapnya
Menanamkan Jiwa dan Hati Pancasila: KH. An’im Falachuddin Mahrus Berikan Kajian Kebangsaan
Ciremainews – Dalam upaya memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat, KH. An’im Falachuddin Mahrus memberikan kajian tentang pentingnya menanamkan jiwa dan hati Selengkapnya
Kedatangan Erdogan, Prabowo Singgung Kerjasama Alutsista
Ciremainews – Kedatangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia membawa angin segar. Kunjungan dua negara ini memutuskan kerjasama dibidang pertahanan. Presiden Selengkapnya
Soal Satu Pintu Penyaluran Bansos, FPKB Dorong DTSEN Atasi Bantuan Salah Sasaran
Ciremainews – Mencegah salah sasaran penyaluran Bantuan Sosial (Bansos), Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq merespon Selengkapnya
Bupati Nina Agustina Dukung Ketahanan Pangan Nasional
CiremaiNews.com, (INDRAMAYU) — Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian serta Perum Perhutani melaksanakan Penanaman Serentak Agroforestry Pangan dengan mengintegrasikan tanaman Padi Lahan Kering dengan Tanaman Serbaguna (Multi-Purpose Tree Species/MPTS) dengan pola agroforestry, di Areal Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Selasa (4/2/2024).
Kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan yang dilakukan dengan pendekatan pola agroforestry, yaitu dengan mengintegrasikan tanaman pertanian dengan tanaman kehutanan untuk mencapai manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial.
Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Pengembangan dengan pola agroforestry juga dapat menjadi solusi adaptif dan mitigatif yang efektif untuk mendukung ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan bukan hanya tentang ketersediaan bahan pangan, tetapi juga tentang pengelolaan sumber daya alam yang bijak dan berkelanjutan. Dengan integrasi antara pertanian dan kehutanan, kita dapat memaksimalkan produktivitas lahan, mendukung kesejahteraan masyarakat, dan melindungi ekosistem,” kata Raja Juli.
Raja Juli Antoni menambahkan, berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan, Kementerian Kehutanan melalui program kehutanan sosial bersama dengan Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan agroforestry untuk tanaman pangan seluas ± 1,9 juta hektare. Dari luasan tersebut, terdapat areal yang sesuai untuk komoditas padi lahan kering seluas ± 389.406 hektare. Sehingga, jika ditambahkan potensi pada areal Perhutani, maka terdapat potensi areal untuk pengembangan padi lahan kering seluas ± 419.462,37 hektare.
Sementara Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman mengatakan, kegiatan penanaman agroforestry pangan serentak ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan ketahanan pangan yang kokoh dan mandiri, sekaligus sebagai wujud komitmen pemerintah untuk menjadikan hutan melalui pengembangan agroforestry sebagai cadangan pangan agroforestry.
“Dengan demikian, hutan tidak hanya memberikan manfaat ekologi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berimbang demi pengelolaan hutan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Amran.
Sementara Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina mengatakan, sekitar 4.400 hektare kawasan hutan yang masuk di Kabupaten Indramayu siap mendukung program tersebut. Luasan lahan yang bisa dijadikan agroforestry tersebar di beberapa kecamatan yang memiliki wilayah hutan seperti Gantar, Kroya, dan Terisi.
“Alhamdulillah ini bisa meningkatkan jumlah produksi padi di Indramayu karena memanfaatkan lahan hutan. Kita optimis swasembada pangan yang menjadi program Presiden RI bisa terwujud,” tegas Nina Agustina.
Secara keseluruhan penanaman serentak berlangsung di 26 titik lokasi di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan tersebut Menteri Kehutanan dan Menteri Pertanian juga menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pertanian Tentang Sinergitas Program Pembangunan Bidang Kehutanan Dengan Bidang Pertanian Untuk Mewujudkan Swasembada Pangan.**
Bupati Nina Agustina Komitmen Turunkan Angka Kemiskinan
CiremaiNews.com, INDRAMAYU — Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Indramayu harus didukung dengan peran serta pendamping sosial dengan melakukan garduasi bagi 2.660 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) per tahun di Kabupaten Indramayu.
Jika jumlah tersebut terpenuhi, maka angka kemiskinan di Indramayu dan nasional bisa dikurangi sesuai dengan amanat Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal tersebut ditegaskan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf ketika menggelar Dialog bersama Pilar-Pilar Sosial yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Indramayu, Selasa (14/1/2025).
Menurutnya, saat ini terdapat 266 pendamping PKH di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu jika setiap pendamping PKH mampu melakukan graduasi minimal 10 KPM maka dalam satu tahun sebanyak 2.660 KPM bisa melakukan graduasi atau keluar dari status kemiskinan.
“Kita kerja harus berdasarkan target, maka pendamping harus bisa melakukan graduasi bagi para KPM. Ini akan menurunkan angka kemiskinan di Indramayu secara signifikan yang tentunya berdampak bagi penurunan secara nasional,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul menambahkan, kegiatan tersebut merupakan upaya bersama untuk terus melakukan kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah agar masalah-masalah sosial ini segera teratasi.
“Saya melihat komitmen Bupati Indramayu Nina Agustina yang hadir secara langsung pada kesempatan ini menunjukkan komitmen yang sangat tinggi dalam penurunan kemiskinan di Indramayu,” katanya.
Sementara itu Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina menyambut baik langkah strategis dalam penurunan kemiskinan yang dilakukan oleh Kementerian Sosial RI dengan melakukan kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, penurunan angka kemiskinan menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan terus melakukan update dan verifikasi di lapangan.
“Sinergi dan kolaborasi ini sangat penting agar kemiskinan terus menurun. Berbagai bantuan yang telah disalurkan diharapkan bisa memberdayakan masyarakat dan mereka bisa graduasi dan meningkat kehidupannya,” kata Nina Agustina.***
TIDAK IMPOR BERAS: KUNCINYA ADA DI PRODUKSI
Oleh : Entang Sastraatmadja Tahun 2025 telah dicanangkan sebagai tahun tanpa impor beras. Pemerintah bertekad untuk menghentikan impor beras setelah pada tahun Selengkapnya
PSSI Resmi Pecat Shin Tae-yong: Apa Penyebabnya?
CiremaiNews.com, Trending – PSSI resmi memecat Shin Tae-yong dari posisi pelatih Timnas Indonesia pada 6 Januari 2025. Pengumuman ini disampaikan oleh Ketua Selengkapnya
Diklatsar I Garda Bangsa Kota Depok, Sudjatmiko Berikan Pesan Pentingnya Warga Sipil Bela Negara
Sudjatmiko Berikan Pengarahan Pentingnya Bela Negara di Diklatsar I Garda Bangsa Kota Depok Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sudjatmiko, Selengkapnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













