Jum. Jan 9th, 2026

Dr. Anna Fitri Hindriana Resmi Jabat Rektor UNIKU 2026–2030, Usung Visi “Kampus Berdampak”

CiremaiNews,Kuningan – Tongkat estafet kepemimpinan Universitas Kuningan (UNIKU) resmi berpindah dari Prof. Dr. H. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si., kepada Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si. Prosesi serah terima jabatan rektor tersebut digelar di Gedung Student Center Iman Hidayat, Senin (5/1/2026).

Dr. Anna Fitri Hindriana menjadi rektor perempuan pertama UNIKU untuk masa jabatan 2026–2030. Dalam pidato perdananya, ia menyampaikan komitmen membawa UNIKU memasuki fase baru pembangunan perguruan tinggi yang berorientasi pada kemanfaatan nyata bagi masyarakat.

Menurut Anna, lima tahun ke depan merupakan periode krusial dalam peta jalan menuju Visi UNIKU 2035. Oleh karena itu, ia mengusung visi besar bertajuk “Kampus Berdampak”, yakni menjadikan UNIKU tidak hanya sebagai pusat keilmuan, tetapi juga agen pemberdayaan masyarakat.

“Tugas kita bersama adalah membangun reputasi UNIKU sebagai universitas unggul dengan rekognisi nasional dan internasional. Kampus harus memberi dampak nyata, memberdayakan masyarakat berbasis sumber daya lokal dan inovasi,” ujar Anna.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Anna menyiapkan transformasi strategis yang bertumpu pada lima pilar utama, di antaranya penguatan keunggulan akademik melalui riset dan publikasi internasional, pengembangan infrastruktur berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta penguatan program pengabdian masyarakat dan inkubasi bisnis UMKM.

Selain itu, ia juga menargetkan percepatan peningkatan kualifikasi dosen hingga jenjang doktor dan guru besar, serta penerapan tata kelola manajemen berbasis teknologi informasi yang transparan dan akuntabel.

Anna menegaskan bahwa kepemimpinannya akan dijalankan dengan prinsip keterbukaan dan kolaborasi. “Kami tidak menjanjikan keajaiban instan, tetapi berkomitmen memimpin dengan integritas, transparansi, dan pengambilan keputusan berbasis data demi kemajuan institusi,” katanya.

Sementara itu, rektor lama UNIKU, Prof. Dr. Dikdik Harjadi, menyampaikan pidato perpisahan yang sarat refleksi. Ia menegaskan bahwa jabatan rektor bukanlah simbol kehormatan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Sejak hari pertama saya sadar, jabatan ini adalah tanggung jawab. Setiap kebijakan, bahkan setiap diam, akan dimintai pertanggungjawaban,” ungkap Prof. Dikdik.

Ia juga mengakui berbagai dinamika selama memimpin UNIKU, termasuk kesalahpahaman yang harus dihadapi demi menjaga tegaknya sebuah keputusan. Menurutnya, capaian UNIKU selama ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

“Segala pencapaian UNIKU bukanlah kerja satu orang, melainkan hasil dari ribuan tangan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Prof. Dikdik menitipkan pesan kepada rektor baru agar senantiasa menjaga nilai integritas dan kepedulian. Ia memandang pergantian kepemimpinan sebagai sunnatullah, di mana tidak ada kekuasaan yang bersifat abadi.

Prosesi serah terima jabatan tersebut ditutup secara simbolis dengan pantun balasan dari Dr. Anna Fitri Hindriana, yang menggambarkan kesiapan melanjutkan estafet kepemimpinan UNIKU dengan penuh tanggung jawab, optimisme, dan tawakal.(Tatang Budiman)

Berita Terkait