Ciremainews – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sudjatmiko, menegaskan pentingnya memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertema “Harmonisasi Pancasila di Tengah Gempuran Isu Global” yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat.
Dalam pemaparannya, Sudjatmiko menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dinamika geopolitik dunia, perubahan iklim, hingga derasnya arus budaya global menghadirkan tantangan baru bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut harus disikapi dengan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
“Pancasila bukan sekadar warisan para pendiri bangsa, tetapi merupakan pedoman yang tetap relevan dalam menghadapi berbagai perubahan zaman. Di tengah derasnya arus globalisasi, bangsa Indonesia harus mampu mengambil manfaat dari kemajuan dunia tanpa kehilangan jati diri dan karakter kebangsaannya,” ujar Sudjatmiko.
Ia menjelaskan bahwa Pancasila memiliki nilai universal yang mampu menjadi landasan dalam menghadapi berbagai persoalan global. Nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial menjadi modal penting bagi bangsa Indonesia untuk tetap kokoh di tengah ketidakpastian dunia.
Sudjatmiko juga menyoroti perkembangan media sosial dan teknologi digital yang memberikan peluang besar bagi kemajuan bangsa, namun di sisi lain juga berpotensi memunculkan disinformasi, hoaks, serta polarisasi sosial apabila tidak disikapi secara bijaksana. Oleh karena itu, ia mendorong peningkatan literasi digital masyarakat agar mampu memilah informasi secara kritis dan bertanggung jawab.
“Persatuan bangsa harus menjadi prioritas utama. Perbedaan pandangan, latar belakang, maupun pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah. Pancasila mengajarkan kita untuk mengedepankan dialog, musyawarah, dan semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan,” tegasnya.
Dalam sesi diskusi, peserta mengangkat berbagai isu aktual seperti pengaruh kecerdasan buatan terhadap dunia kerja, tantangan perubahan iklim, ketahanan ekonomi nasional, serta peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Menanggapi hal tersebut, Sudjatmiko menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus penjaga nilai-nilai Pancasila di era digital.
Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan wawasan kebangsaan. Kemajuan teknologi tidak boleh menggerus nilai kemanusiaan, toleransi, dan semangat kebersamaan yang menjadi identitas bangsa Indonesia.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, Sudjatmiko berharap masyarakat semakin memahami pentingnya Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita boleh menjadi bagian dari masyarakat global, tetapi identitas kita tetap Indonesia. Pancasila adalah fondasi yang mempersatukan keberagaman sekaligus menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan,” pungkasnya.






