Oleh: Riki Irfan ST M.Si. (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)
CiremaiNews- Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk menerapkan sunnah dalam kehidupan sehari-hari karena sunnah adalah petunjuk Nabi Muhammad agar menjadikan kita hidup dalam kebaikan, mendapatkan kemuliaan dan keselamatan dunia dan akhirat. Dengan selalu berpegang kepada sunnah, kita dapat terus menjaga iman, ketakwaan dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah sehingga kita berharap mendapatkan keridhoan Nya. Pada kesempatan ini, penulis merangkum dari catatan kajian dan sumber lain terkait kenikmatan dan keutamaan hidup mengikuti sunnah.
Pengertian Sunnah
Sunnah menurut bahasa diartikan sebagai jalan atau ajaran, bisa berupa jalan yang baik atau yang buruk. Namun menurut istilah, para ulama mengartikan sunnah dalam cakupan yang lebih terperinci yaitu beberapa makna berikut ini:
Sunnah berarti jalan atau cara hidup yang ditempuh oleh Rasulullah dalam keseharian beliau.
Dalam istilah fikih, sunnah adalah amalan yang dianjurkan, yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa.
Sunnah sering digunakan untuk merujuk pada perkataan, perbuatan, dan ketetapan Rasulullah.
Menurut ulama-ulama Salaf, yang dimaksud dengan Sunnah ialah petunjuk (ajaran) Nabi dan para sahabatnya yang berupa ilmu, keyakinan, perkataan, persetujuan dan amal perbuatan.
Mengikuti sunnah merupakan bagian penting dari keimanan dan kewajiban dari seorang Muslim. Rasulullah bersabda:
“Barang siapa berpaling dari sunnahku maka ia bukan golonganku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ﷺ.” (HR. Muslim).
“Barang siapa hidup sepeninggalku, maka ia akan melihat banyak perselisihan. Maka wajib atas kalian berpegang pada sunnahku…” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Sifat dan Ciri-ciri Sunnah
Berikut ini beberapa sifat dan ciri dari sunnah, antara lain:
Sunnah adalah Wahyu dan Tidak Mengandung Kesalahan
Rasulullah tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu, tetapi berdasarkan wahyu dari Allah. Sebagaimana sabda beliau dalam hadist berikut:
“Ketahuilah, sesungguhnya aku diberi Al-Qur’an dan yang semisal dengannya (yaitu sunnah).” (HR. Abu Dawud)
Sunnah Itu Sempurna dan Menyeluruh
Rasulullah telah menyampaikan seluruh ajaran agama secara lengkap. Sebagaimana sabda beliau dalam hadist berikut:
“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi melainkan wajib atasnya menunjukkan kepada umatnya semua kebaikan yang ia ketahui bagi mereka.”(HR. Muslim)
“Tidak ada sesuatu yang mendekatkan ke surga melainkan telah aku perintahkan, dan tidak ada yang mendekatkan ke neraka melainkan telah aku larang.”(HR. Ahmad)
Sunnah Itu Mudah dan Sesuai Fitrah Manusia
Islam adalah agama yang penuh kemudahan dan tidak memberatkan. Sunnah itu sangat mudah diterapkan namun berdampak besar, seperti sunnah berwudhu sebelum tidur atau makan dengan tangan kanan, yang menyehatkan jasmani dan spiritual. Sebagaimana sabda beliau dalam hadist berikut:
“Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama melainkan ia akan dikalahkan olehnya.”(HR. Bukhari).
“Permudahlah dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari.”(HR. Bukhari dan Muslim).
Keutamaan Menjalankan Sunnah
Berikut ini beberapa keutamaan dari menjalankan sunnah, antara lain:
Jalan Menuju Surga
Sebagaimana sabda beliau dalam hadist berikut:
“Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan… Barang siapa taat kepadaku masuk surga.”(HR. Bukhari).
“Barang siapa menaatiku maka ia masuk surga, dan barang siapa mendurhakaiku maka ia telah menolak.”(HR. Bukhari).
Selamat dari Kesesatan
Sebagaimana sabda beliau dalam hadist berikut:
“Aku tinggalkan dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya: Kitab Allah dan sunnahku.” (HR. Malik).
“Berpegang teguhlah kalian kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin…” (HR. Abu Dawud).
“Aku tinggalkan kalian di atas jalan yang terang, malamnya seperti siangnya, tidak akan menyimpang darinya kecuali orang yang binasa.”(HR. Ibnu Majah).
Mendapat Pahala Besar
Mengikuti sunnah Nabi merupakan bagian dari ketaatan. Rasulullah adalah contoh terbaik dalam beribadah, bersikap, dan berinteraksi, sehingga meneladani beliau merupakan sarana memperoleh pahala besar dan ridha Allah.
Sebagaimana sabda beliau: “Barang siapa menghidupkan sunnahku yang telah mati, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Tirmidzi).
Terlindung dari Godaan Setan dan guluw (melewati batas)
Setan akan menyesatkan yang tidak beribadah dan bahkan dapat menghiasi sikap berlebihan dan melewati batas kepada muslim yang beribadah sehingga rusak agamanya. Mengikuti sunnah menjadi pelindung dari gangguan setan:
“Sesungguhnya setan berjalan pada diri anak Adam melalui aliran darahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Menyatukan Umat dan menyelamatkan dari neraka
“Sesungguhnya Bani Israil berpecah menjadi 72 golongan, dan umatku akan berpecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu.”
Para sahabat bertanya: siapa itu? Beliau menjawab: “Yaitu yang berada di atas apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya.” (HR. Tirmidzi).
Mendapatkan kemuliaan
Manusia akan menjadi hina kecuali dengan kembali kepada sunnah (agar meraih kemuliaan), sebagaimana Rasulullah bersabda: “..Jika kamu berjual-beli ‘inah (semacam riba), kamu memegangi ekor-ekor sapi, kamu puas dengan tanaman, dan kamu meninggalkan jihad, (maka) Allâh pasti akan menimpakan kehinaan kepada kamu, Dia tidak akan menghilangkan kehinaan itu sehingga kamu kembali menuju agama kamu” (HR Abu Dawud).
Mendapat Cinta Allah
Amalan ibadah sunnah (menurut definisi hukum fiqih) meskipun tidak wajib, bernilai ibadah dan menambah pahala. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai selain apa yang Aku wajibkan, dan ia terus mendekat dengan amalan sunnah…” (HR. Bukhari).
Mari Kembali kepada Sunnah
Mengikuti sunnah adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Sunnah mencakup seluruh aspek kehidupan—ibadah, akhlak, keluarga, dan muamalah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang ingin selamat, hendaklah dia menjaga agamanya dan mengikuti sunahku.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Setiap akan melakukan amal ibadah hendaknya diawali dengan pertanyaan: “Apakah ini sesuai dengan sunnah Rasulullah?”, ini sangat penting karena sunnah beliau adalah jalan kebenaran, jalan keselamatan dan jalan menuju surga. Ibadah harus sesuai contoh Rasulullah dan kita tidak boleh membuat ibadah yang baru, sebagaimana sabda beliau:
“Barang siapa mengada-adakan dalam urusan kami sesuatu yang bukan darinya, maka tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim)
“Jauhilah perkara yang diada-adakan, karena setiap bid’ah itu sesat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Demikian tulisan ini untuk menjadi pengingat penulis dan saudara muslim yang membaca. Semoga dengannya, kita semua dapat kembali bersemangat dalam meniti jalan sunnah yang penuh kebaikan. Mari berdoa agar Allah membimbing kita diatas jalan Sunnah yang Dia cintai dan ridhai, aamiin. Wallahualam bishawab.





