CiremaiNews.com, Kuningan – Oktafiandi, juru kampanye nasional, kembali mengorganisir Training of Trainer (ToT) di Kecamatan Maleber dan Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan. Ratusan relawan Baraya Kang Okta (BKO) dari dua kecamatan tersebut dilatih untuk memperkuat solidaritas dalam meraih kemenangan Ganjar-Mahfud dan meraih hattrick PDIP pada Pemilu 2024.
Dalam suasana dukungan yang semakin berkembang, Oktafiandi optimistis bahwa Ganjar-Mahfud dapat meraih kemenangan di Pilpres, meskipun dihadapkan pada dugaan intervensi oleh pihak yang ingin memanfaatkan kekuasaan. Menurutnya, dalam urusan rakyat dan pemilu, hati nurani harus menjadi prioritas.
Oktafiandi menegaskan, untuk jangan ganggu hati nurani rakyat, jangan campuri kedaulatan rakyat dalam menentukan pilihannya. Sejarah membuktikan, siapa pun yang mencoba mengintervensi kehendak rakyat dengan menyalahgunakan kekuasaan, akan tergulung dalam ombak perlawanan rakyat.
Situasi ini semakin rumit dengan ketidakjelasan beberapa jenderal purnawirawan TNI yang tidak tegas dalam menghadapi pelanggaran HAM di masa lalu.
“Mereka dua kali menolak pelanggar HAM sebagai capres. Namun, demi kekuasaan, kini mereka berada di kubu sebaliknya,” ungkapnya.
Oktafiandi menyoroti fenomena di mana beberapa tokoh bangsa, seperti Shinta Wahid dan Jusuf Kalla, mengkritisi pemaksaan skenario satu putaran. Ini dianggapnya sebagai catatan penting bagi keberlanjutan demokrasi Indonesia. Selain itu, protes juga muncul dari sivitas akademika beberapa perguruan tinggi dan mahasiswa di berbagai daerah.
“Pemilu bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk merawat kultur demokrasi yang telah diperjuangkan dengan susah payah,” tegas Oktafiandi.
Dalam ToT di dua kecamatan tersebut, hadir H. Atip Muchlis, S. Ag dan Eno Sulaena, yang juga merupakan caleg DPRD Kabupaten Kuningan dari PDIP. Oktafiandi, dalam upayanya mencapai target kemenangan, telah menjelajahi hampir semua kecamatan hingga tingkat desa di Kabupaten Kuningan dan Ciamis bersama caleg DPRD Provinsi Jabar dari PDIP, Ika Siti Rahmatika. Selain sosialisasi, Oktafiandi juga membentuk relawan Baraya Kang Okta (BKO) untuk mengawal suara Ganjar-Mahfud dan PDIP. (red)

