Rab. Feb 11th, 2026

Legislator Muda Golkar Siap Dievaluasi, Tegaskan DPRD Harus Transparan dan Pro Rakyat

Oplus_131072

CiremaiNews.com, Kuningan– Kritik terhadap fasilitas dan tunjangan anggota DPRD Kabupaten Kuningan kembali mencuat. Di tengah sorotan publik tersebut, Anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Satria Rizky Utama, justru menyatakan kesiapannya untuk dievaluasi. Sikap terbuka ini dianggap sebagai langkah maju dalam membangun transparansi dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima media, Sabtu (30/8/2025), Satria menyampaikan bahwa dirinya tidak menolak bila fasilitas dan tunjangannya sebagai wakil rakyat ditinjau kembali.
“Saya pribadi siap ditinjau dan dievaluasi tunjangan serta fasilitas yang saya terima sebagai anggota DPRD Kabupaten Kuningan,” kata Satria.

Selain itu, ia juga menyampaikan rasa duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang sopir ojek online yang tewas dalam aksi demonstrasi di Jakarta pada 28 Agustus lalu.
“Kita semua berduka. Saya ikut mendoakan almarhum Affan Kurniawan, semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa aspirasi rakyat harus didengar,” ujarnya.

Pernyataan Satria tersebut langsung mengundang respons masyarakat. Sejumlah warga menilai sikapnya patut diapresiasi.
“Kalau ada anggota dewan yang berani buka diri untuk dievaluasi, itu artinya dia peduli pada rakyat. Semoga langkah ini bukan sekadar ucapan, tapi juga ditindaklanjuti dengan kebijakan nyata,” kata Sandi, warga Kuningan.

Sorotan publik juga sempat muncul melalui media sosial, di mana influencer lokal Ismah Winartono mengkritisi gaya hidup sejumlah anggota DPRD.
“Ada anggota dewan muda, yang saat masyarakat berdemo eh malah nongkrong di kafe,” kata Ismah dalam siaran langsungnya.

Menanggapi hal itu, Satria memberikan klarifikasi bahwa dirinya hadir di Gedung DPRD Kuningan untuk menunggu aksi mahasiswa yang rencananya akan digelar.
“Saat itu memang rencananya ada aksi di dua titik, yakni Mapolres Kuningan dan DPRD Kuningan. Namun sampai petang tidak ada massa di DPRD, sehingga saya tetap menunggu di depan gedung,” jelasnya.

Satria menegaskan bahwa dirinya berkomitmen menjaga integritas sebagai wakil rakyat. Menurutnya, kritik publik adalah hal wajar dan harus dijawab dengan sikap terbuka, bukan defensif.
“Saya tidak pernah menutup diri dari kritik. Justru kritik itu harus menjadi bahan evaluasi kami agar semakin dekat dengan rakyat,” tegasnya.

Kritik terhadap fasilitas mewah dan tunjangan besar pejabat bukanlah isu baru. Namun, sikap Satria Rizky Utama yang membuka diri untuk dievaluasi memberi harapan bahwa masih ada anggota dewan yang berani berdiri di sisi rakyat.

“Kalau memang ada fasilitas yang dianggap tidak relevan dengan kondisi masyarakat, saya siap untuk membicarakannya bersama. Prinsip saya sederhana, DPRD harus hadir sebagai rumah rakyat, bukan menambah jarak dengan rakyat,” pungkasnya.

Berita Terkait