CiremaiNews, Kuningan – Polemik mundurnya Direktur Perumda Aneka Usaha (PDAU) Kuningan ikut menyeret berbagai opini liar di ruang publik. Menanggapi hal itu, Ketua KSPSI Kabupaten Kuningan, Dani, angkat bicara. Ia menilai sejumlah komentar justru mengaburkan persoalan utama dan menyudutkan pihak tertentu tanpa dasar data yang jelas.
Menurut Dani, narasi yang membandingkan pembenahan PDAU dengan gaya kepemimpinan ala Elon Musk tidak relevan dengan realitas BUMD dan karakter pekerja lokal. “Kita bicara perusahaan daerah, bukan korporasi raksasa global. Jangan sampai analisis publik terjebak subjektivitas dan jauh dari literasi ilmiah,” tegasnya, Rabu (19/11/2025).
Dani mengingatkan bahwa karyawan PDAU selama ini hanya pelaksana kebijakan, bukan pembuat keputusan strategis. Karena itu, menyalahkan pekerja sebelum ada audit kinerja yang komprehensif dianggap tidak adil dan berpotensi menyesatkan publik. “Penilaian kinerja itu ranah internal dan harus sesuai regulasi ketenagakerjaan serta standar HRD,” tambahnya.
Ia menilai bahwa masalah di tubuh PDAU bukan sekadar soal individu, melainkan krisis sistemik yang harus dibenahi dari hulu ke hilir. Dani menolak pendekatan retorika yang hanya mencari kambing hitam.
“PDAU ini butuh transformasi total. Bukan debat yang bersifat personal. Kita perlu figur yang bisa memperbaiki sistem, bukan hanya populer di media,” jelasnya.
Dani menyebut Ignasius Jonan sebagai figur inspiratif yang layak dijadikan rujukan. Ia menilai keberhasilan Jonan menyehatkan PT KAI yang sebelumnya lama merugi merupakan contoh bahwa reformasi itu harus menyentuh tata kelola, kedisiplinan, dan empati terhadap pegawai level bawah.
Dani menegaskan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan untuk membenahi PDAU sebagai aset yang selama satu dekade berdiri mandiri tanpa membebani APBD. Namun, ia meminta semua pihak kembali pada peran masing-masing sesuai nilai dan etika organisasi.
“Karyawan itu roda penggerak. Direksi, Dewas, dan KPM bertanggung jawab atas arah kebijakan. Semua harus berjalan proporsional dan patuh hukum,” tegasnya.
Dani menutup dengan imbauan agar publik lebih berhati-hati menyampaikan opini agar tidak memperkeruh situasi. Ia menilai PDAU masih memiliki potensi besar asalkan dipimpin oleh figur rasional, berintegritas, dan memahami manajemen modern.
“Fokus kita bukan memperkeruh keadaan, tapi mendorong solusi berbasis data. Jangan sampai komentar yang subjektif justru memecah belah di tengah situasi sensitif seperti sekarang,” ujarnya.







https://shorturl.fm/2kOfw