Jum. Mar 6th, 2026

Pentingnya Ilmu dan Melatih Kesabaran di Bulan Ramadhan

Penulis: Riki Irfan ST Msi (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)

CiremaiNews,Kuningan- Pada setiap bulan Ramadhan, setiap muslim yang beriman diwajibkan menjalankan ibadah puasa, yaitu menahan makan minum dan hal hal lainnya yang dapat membatalkan puasa mulai dari fajar hingga terbenam matahari. Untuk menahan makan dan minum, mungkin sebagian muslim telah terbiasa dan cukup mudah melakukannya, namun menjaga dari hal hal lain pembatal puasa, itu lebih berat dijalankan dan tidak semua muslim dapat “berpuasa” dari hal hal selain makan minum. “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroni). 

Hadist diatas sejalan dengan kenyataan yang kita jumpai, yaitu ada diantara kaum muslimin yang melakukan puasa, hanya mendapat lapar dan dahaga dan tidak memiliki efek pada peningkatan ketakwaan dan akhlak mulia sebagai tujuan ibadah puasa itu sendiri. Agar tidak termasuk kepada kaum muslimin yang merugi di bulan Ramadhan ini, yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga, maka kita perlu memiliki ilmu mengenai apa saja hal hal pembatal puasa selain makan dan minum. Kita juga perlu terus melatih kesabaran dalam melakukan ketaatan dan menjauhi hal hal pembatal puasa atau pun pengurang pahala puasa. 

Menurut ajaran Islam, mempelajar ilmu (syar’i) merupakan kewajiban setiap muslim: ”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah). Kewajiban ini mencakup ilmu agama (syar’i) untuk memahamkan akidah dan ibadah, serta ilmu umum yang bermanfaat. Ibnul Qayyim rahimahullah telah menjelaskan ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim, yaitu diantaranya: 

ilmu tentang pokok-pokok keimanan

ilmu tentang syariat-syariat Islam

ilmu tentang lima hal yang diharamkan (QS. Al-A’raf: 33), yaitu haramnya: perbuatan yang keji, perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, mempersekutukan Allah, mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.

ilmu yang berkaitan dengan interaksi antara muslim dengan orang lain

Tanpa ilmu syari maka muslim akan sulit untuk dapat menjalani hidup ini dengan baik mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Berikut ini adalah manfaat dari kegiatan kita mencari ilmu, antara lain yaitu manusia akan dapat: mengetahui dan menyadari adanya kekuasaan Allah, mengajarkan untuk bersyukur pada Allah, mengenal dan memahami penciptaan alam semesta dan semua ciptaanNya, memahami proses awal dari kehidupan manusia, memahami tugas dan fungsi manusia, memahami dan dapat membedakan hal baik dan mana yang tidak baik (buruk), mampu berusaha untuk dapat bermanfaat dan berguna bagi sesama manusia, memperoleh kemuliaan hidup, memperoleh kebijaksanaan hidup, memperoleh kenyamanan dan kesejahteraan hidup, mengajarkan dan berbagi ilmu bagi manusia lainnya. 

Setelah memahami pentingnya menuntut ilmu dan manfaat mencari ilmu, berikut ini penulis rangkumkan beberapa pembatal puasa selain makan dan minum, berdasarkan alquran, hadist dan penjelasan para ulama yaitu antara lain: 

1). Makan dan Minum dengan sengaja (QS Al-Baqarah:187)

2). Muntah dengan sengaja (HR. Abu Daud)

3). Wanita mengalami haidh atau nifas di tengah-tengah berpuasa (HR. Muslim)

4). Mengeluarkan mani dengan sengaja, karena syahwat (HR. Tirmidzi dan Baihaqi)

5). Berhubungan badan dengan pasangan di siang hari (HR. Bukhari)

6). Berniat membatalkan puasa (HR. Bukhari dan Muslim)

7). Murtad atau keluar dari Islam (QS Al-Baqarah:183)

8). Hilang akal atau Gila (HR. Abu Daud dan Ahmad)

Dengan mengetahui pengetahuan mengenai pembatal-pembatal puasa, maka diharapkan kita bisa menjaga puasa kita dari hal yang membatalkan. Selain hal pembatal puasa kita juga perlu mengetahui beberapa hal yang dapat mengurangi pahala puasa kita. 

Bulan Ramadhan juga merupakan bulan ujian keimanan dan kesabaran, penuh keberkahan agar kita kembali menjadi muslim yang bertakwa dan terhindar dari siksa api neraka. Agar bisa lulus dari ujian kesabaran, mari kita mengingat kembali definisi sabar. Sabar adalah menahan diri dari segala gundah-gulana dan emosi, menahan lisan dari keluh kesah, menahan anggota tubuh dari perbuatan buruk, serta bertahan dalam kondisi apa pun seraya terus berserah diri kepada Allah Subhanahu wata’ala. Sabar yang sempurna itu harus mencakup ketiga hal berikut ini: Sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, Sabar dalam menjauhi kemaksiatan dan Sabar dalam menerima takdir Allah. Berikut ini disampaikan sebagian dari perintah Allah untuk kita selalu bersabar :

“Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah dalam memerintahkannya.” (QS. Thaha: 132).

“Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.”(QS. Al-Anfal:46).

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu,  sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ” (QS Al-Baqarah: 153).

“Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu.” (QS. Al-Insan: 24).

“…dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun” (Sesungguhnya kami adalah milik Alloh dan kepada-Nya-lah Kami kembali.)” (QS. Al-Baqarah: 155-156).

Dengan bersabar, insya Allah kita akan memperoleh banyak keuntungannya, antara lain: Allah menjanjikan kabar gembira bagi yang sabar (surga), diberi kemudahan mengambil hikmah setiap kejadian, dijadikan orang-orang yang mulia, akan memperoleh keberuntungan dan keselamatan, senantiasa bersama Allah dan memperoleh predikat orang bertaqwa.

Sebagai penutup tulisan ini, mari kita meluruskan niat kita dan menumbuhkan kembali semangat kita untuk mempelajari ilmu syari agar kita bisa mendapatkan kebaikan hidup di dunia dan diakhirat kelak. Di bulan penuh berkah ini, mari kita latih kesabaran kita dalam melaksanakan ketaatan dan menjauhi perbuatan maksiat. Semoga kita semua bisa lulus ujian ketakwaan, kesabaran dan menjadi muslim yang lebih baik lagi. Aamiin.

Berita Terkait