CiremaiNews.com, Cirebon, – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon menegaskan bahwa tidak ada praktik pungutan liar (pungli) terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang melibatkan dua orang stafnya.
Tag: Pungli
Oknum ASN dan Tenaga Kebersihan Diduga Palak PKL Kuningan
Dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Taman Kota Kuningan mencuat setelah sebuah video perdebatan antara pedagang dan seorang pria tak berseragam viral di media sosial. Video itu merekam seorang pedagang yang menolak memberikan uang karena tidak ada karcis resmi sebagai bukti retribusi.
Kasus Pungli Tamkot Kuningan, Satpol PP Serahkan ke Kepolisian
Maraknya pungutan liar (pungli) terhadap pedagang di area Taman Kota, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuningan menegaskan kewenangan penindakan secara hukum berada di tangan kepolisian. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas laporan seorang pedagang yang viral di media sosial.
Terima Laporan, Pemkab Indramayu Turunkan Tim Saber Pungli di Jatibarang
CiremaiNews.com, Indramayu, — Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Lucky Hakim dan Syaefudin terus berkomitmen untuk memberantas pungutan liar (pungli) yang meresahkan masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukan dengan menerjunkan Tim Saber Pungli terhadap aktivitas pungutan yang terjadi di wilayah Kecamatan Jatibarang.
Tim Saber Pungli mengumpulkan puluhan orang yang diduga melakukan pungli terhadap aktivitas perekonomian yang kemudian dikumpulkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jatibarang, Rabu (14/5/2025).
Wakil Bupati Indramayu Syaefudin mengatakan, pihaknya melakukan penindakan dan pembinaan terhadap puluhan orang untuk dimintai keterangan oleh Saber Pungli. Aktivitas ini diharapkan tidak mengganggu usaha dan perekonomian masyarakat yang ada di Jatibarang.
Syaefudin menambahkan, wilayah Jatibarang ini menjadi magnet perekonomian daerah di Kabupaten Indramayu. Untuk itu segala bentuk pungli dan premanisme harus segera diatasi.
“Kami sudah ada tim gabungan baik Saber Pungli yang ada di Inspektorat maupun Tim Sapu Premanisme. Tim ini merupakan gabungan antara Pemkab Indramayu, Polri, TNI, dan Kejaksaan,” kata Wabup Syaefudin.
Menurutnya, pemerintah desa harus membuat regulasi sebagai pengatur di tingkat desa sehingga hal bisa dijadikan solusinya.
Sementara itu Kuwu Jatibarang, Agus Darmawan mengatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang peduli dengan situasi dan kondisi Jatibarang khususnya sektor usaha yang dapat mendukung perekonomian warga.
“Terima kasih pa wabup yang sudah benyak memberikan arahan dan masukan kepada kami termasuk usulan memberikan regulasi di tingkat desa. Kami akan terus bersinergi untuk mewujudkan Indramayu REANG,” kata Agus.
Pada pembinaan tersebut turut hadir Forkopimcam Jatibarang dan mendapatkan pengamanan dari TNI, Polri, dan Satpol PP. ***
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.







