Sab. Mei 2nd, 2026

Teater Sado Gelar Pameran Milestone, Tandai 28 Tahun Perjalanan Kreatif

CiremaiNews,Kuningan – Menandai 28 tahun perjalanan kreatifnya, Teater Sado menggelar Pameran Milestone di Gedung Kesenian Raksa Wacana, Kabupaten Kuningan. Pameran yang berlangsung pada 18–24 Januari 2026 ini menjadi penanda konsistensi Teater Sado dalam merawat seni pertunjukan dan budaya lokal lintas generasi.

Ketua Komunitas Teater Sado, Edi Supardi, M.Pd., mengatakan pameran tersebut tidak sekadar menghadirkan dokumentasi perjalanan kelompok teater, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan perayaan nilai-nilai kebudayaan yang telah dibangun selama hampir tiga dekade.

“Pameran ini adalah penanda jejak, sekaligus pengingat bahwa Teater Sado tumbuh dari kerja kolektif, kesetiaan pada proses, dan keberanian merawat tradisi di tengah perubahan zaman,” ujar Edi.

Pameran Milestone merupakan puncak rangkaian kegiatan bertema “Harmoni Alam dan Budaya: Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan” yang didukung melalui dana hibah kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Pembukaan pameran dilaksanakan pada Ahad sore (18/1) dan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Funny Amalia Sari, S.S., M.Hum. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi Teater Sado dalam menghadirkan karya-karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membangun kesadaran budaya masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sado, Aan Sugianto Mas, Dr. Bias Lintang Dialog, M.Kn., menegaskan bahwa pameran tersebut menyimpan cerita panjang tentang proses kolektif manusia Sado lintas generasi.

“Di balik setiap karya yang dipamerkan, ada keringat, tangis, dan tawa. Semua itu dirawat dari generasi ke generasi,” tuturnya.

Seremoni pembukaan turut dimeriahkan oleh pentas kolaborasi wayang ceplek dengan dalang Asep Dheny dan penata musik Udin Sakasada. Acara ini juga dihadiri para seniman, budayawan, serta keluarga besar Teater Sado lintas generasi.

Pameran Milestone menampilkan secara visual seluruh naskah drama yang pernah dipentaskan Teater Sado, baik teater panggung maupun teater jalanan, dokumentasi foto dan buklet pementasan, tulisan para seniman dan budayawan tentang Teater Sado, serta karya tulis dan lukis pendiri Teater Sado, Aan Sugianto Mas.

Edi Supardi berharap pameran ini dapat menjadi ruang edukasi dan inspirasi bagi generasi muda. Menurutnya, seni adalah proses panjang yang dibangun melalui ketekunan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya.

Pameran Milestone Teater Sado akan ditutup pada 24 Januari 2026 dengan pentas kolaborasi lintas seni, di antaranya Karimba dari Komunitas AKAR, tari kontemporer oleh Iing Sayuti (Indramayu), Tari Topeng Losari oleh maestro Nani Sawitri, serta musik dari komposer Yusuf Oeblet.

Pada puncak acara penutupan, Teater Sado dijadwalkan kembali mementaskan lakon legendaris “Ada Mayat Kentut” karya Aan Sugianto Mas yang disutradarai D. Ipung Kusmawi. Lakon ini menjadi salah satu tonggak penting perjalanan Teater Sado dan pernah dipentaskan di berbagai kota pada tahun 2002.(Tatang Budiman)

Berita Terkait