CiremaiNews.com, Cirebon,- Cabang Olahraga Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Cirebon mengaku terpaksa absen dari Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jawa Barat (Jabar) tahun 2025. Penyebabnya, IMI diduga tidak memperoleh dukungan anggaran dari KONI Kabupaten Cirebon.
Ketua IMI Kabupaten Cirebon, Otong Mulyono, mengatakan pihaknya telah mengikuti prosedur pengajuan sesuai permintaan KONI. Bahkan, sudah mengajukan sejak jauh hari.
Otong menyebut pihaknya pun pernah menerima janji bahwa proposal pengajuannya akan segera mendapat jawaban dalam waktu dekat setelah diajukan.
“Kami sudah mengajukan anggaran. Waktu itu malah dijanjikan dua hari ke depan setelah bertemu dgn pengurus KONI bakal ada kepastian,” ujar Otong, Selasa (18/11).
Namun, sampai dengan hari pelaksanaan BK porprov, ia mengaku tidak mendapatkan kabar kepastian.
“Kami menyayangkan sikap KONI yang terkesan kurang memperhatikan. IMI ini bukan cabor baru, prestasinya juga jelas. Tapi malah tidak dapat support sama sekali,” tandasnya.
Lebih jauh, ia menyoroti munculnya beberapa cabor baru yang justru mendapat dukungan anggaran dari KONI untuk mengikuti BK Porprov, sementara IMI tidak memperoleh porsi serupa.
“Ada cabor baru yang malah dapat dukungan anggaran. Sementara IMI tidak kebagian. Ini yang membuat kami bingung,” tutur Otong.
Absennya IMI dari BK Porprov berdampak langsung pada para atlet yang sudah berlatih sejak lama. Otong menyebut para pembalap sangat kecewa karena kesempatan tampil di event 4 tahun sekali, tahun ini harus hilang begitu saja.
“Anak-anak sudah latihan lama. Mereka sangat siap. Tapi tanpa anggaran, kami tidak mungkin memaksakan diri ikut,” ucapnya.
“Ke depan kami berharap pembagian anggaran bisa lebih adil dan jelas. Jangan sampai cabor yang sudah lama berkontribusi justru tersisih,” katanya lagi.
Ia menegaskan IMI tetap membuka komunikasi dengan KONI dan menunggu penjelasan resmi mengenai pengalihan anggaran serta alasan tidak dialokasikannya dukungan bagi IMI tahun ini.
“Yang kami perlukan hanya kejelasan dan perhatian yang proporsional. Atlet ingin bertanding membawa nama Cirebon,” pungkasnya.
Sementara saat dikonfirmasi, Wakil Ketua 3 Bidang Binpres KONI Kabupaten Cirebon, Didin, membantah hal tersebut. Ia mengaku KONI telah mensupport semua cabor. Namun, karena keterbatasan anggaran, pihaknya pun tidak bisa mencukupi sesuai dengan keinginan yang diajukan oleh cabor.
”Semua kita support, hanya tidak bisa sesuai dengan ajuan karena keterbatasan dana,” ujarnya.






