Sab. Jan 17th, 2026

Waspada Gempa Susulan, Kuningan Masih Rawan Getaran

Oplus_0

CiremaiNews.com, Kuningan – Guncangan gempa bumi kembali dirasakan oleh warga sehingga membuat kepanikan masyarakat Kabupaten Kuningan. Berdasarkan data BMKG, gempa bumi tektonik hari ini, yang merupakan gempa ketiga dalam dua hari terakhir, terjadi pada pukul 10:49:45 WIB ini memiliki kekuatan Magnitudo 3,9 dan episenternya terletak pada koordinat 6.92 LS dan 108.46 BT, sekitar 6 km Barat Laut dari Kabupaten Kuningan dengan kedalaman 8 km.

Kepanikan juga terlihat di gedung DPRD Kuningan, dalam rapat yang sedang berlangsung para anggota legislatif juga merasakan getaran gempa. Mereka terpaksa keluar dari ruang rapat karena guncangan yang cukup kuat.

Selain itu, dampak dari gempa ini terlihat di sebuah rumah warga di Lengkong, yang mengalami reruntuhan, pecahnya kaca meja ruang tamu, serta keretakan pada dinding rumah.

“Tadi saat kejadian, kami semua keluar rumah, sekitar 5 detik getarannya, hingga plafon rumah rubuh,” kata Dudung warga Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, dikatakan.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, ST, MM, menjelaskan gempa ini adalah gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif. “Dampak dari gempa bumi ini, berdasarkan peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan laporan masyarakat, dirasakan dengan Skala Intensitas II – III MMI di wilayah Kuningan, yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” jelas Hartanto.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempa Bumi dan BMKG Daryono, telah mengonfirmasi gempa bumi yang baru-baru ini terjadi di sekitar Gunung Ciremai disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di daerah tersebut. Gempa ini tercatat berpusat di ujung timur gunung tersebut.

“Dilihat dari perkembangannya hingga saat ini, gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif atau tembaga dangkal yang berpusat di ujung timur gunung Ciremai,” ungkap Daryono, Kamis (25/7/2024) melalui sambungan seluler.

Pihak BMKG juga mengeluarkan himbauan penting kepada masyarakat terkait langkah-langkah keamanan pasca-gempa ini. “Untuk rumah yang telah mengalami kerusakan, sebaiknya tidak ditempati. Warga diharapkan waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan, terutama jika telah terlihat keretakan atau kerusakan mirip,” tambahnya.

Secara historis, sambungnya, Gunung Ciremai tidak dikenal sebagai penyebab gempa bumi secara langsung karena aktivitas vulkaniknya. Gempa di daerah tersebut biasanya dipicu oleh aktivitas sesar atau patahan tektonik di sekitar gunung tersebut.

Kekuatan gempa yang terjadi dapat bervariasi, tergantung pada kedalaman dan jenis patahan yang terlibat. Umumnya, gempa yang disebabkan oleh sesar di daerah seperti ini dapat mencapai kekuatan yang signifikan.***

Berita Terkait