Kam. Apr 30th, 2026

Generasi Muda Harus Jadikan Pancasila sebagai Gaya Hidup, Bukan Sekadar Hafalan

Ciremainews – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Sudjatmiko, menegaskan pentingnya penguatan internalisasi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 di kalangan generasi muda agar tidak berhenti pada tataran seremonial.

Dalam pernyataannya, Sudjatmiko menyampaikan bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak lagi bersifat konvensional, melainkan menyentuh ranah digital, ekonomi kreatif, hingga industri 4.0. Karena itu, menurutnya, Pancasila harus hadir sebagai nilai yang hidup dalam keseharian anak muda.

“Pancasila jangan hanya dihafal saat upacara atau diperingati setiap tanggal tertentu. Ia harus menjadi gaya hidup. Cara kita bermedia sosial, bekerja, berbisnis, hingga menyikapi perbedaan pendapat, di situlah Pancasila diuji,” ujar Sudjatmiko.

Ia menambahkan bahwa di era transformasi digital, nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan musyawarah justru semakin relevan. Perkembangan teknologi, kata dia, tidak boleh menggerus etika dan tanggung jawab sosial.

“Industri 4.0 harus berjalan seiring dengan nilai-nilai kebangsaan. Inovasi itu penting, tetapi harus tetap berpijak pada kemanusiaan dan keadilan. Jangan sampai kemajuan teknologi justru memperlebar kesenjangan,” tegasnya.

Sudjatmiko juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter berbasis Pancasila sebagai fondasi mental bela negara. Ia menjelaskan bahwa bela negara tidak hanya dimaknai sebagai pertahanan fisik, melainkan juga ketahanan moral, intelektual, dan sosial.

“Bela negara hari ini adalah bagaimana generasi muda menjaga persatuan, melawan hoaks, bersikap toleran, serta berkontribusi positif sesuai profesinya masing-masing. Itu bentuk nyata kecintaan terhadap tanah air,” ungkapnya.

Terkait pemahaman hak dan kewajiban warga negara sesuai UUD 1945, Sudjatmiko mendorong generasi muda untuk aktif dan kritis, namun tetap dalam koridor konstitusi. Ia menyatakan bahwa partisipasi dalam mengawal kebijakan publik merupakan hak konstitusional yang harus digunakan secara bertanggung jawab.

“Anak muda harus berani menyampaikan aspirasi, ikut diskusi publik, bahkan terlibat dalam proses politik. Tetapi semuanya dilakukan secara santun, argumentatif, dan berbasis data. Itulah demokrasi yang sehat,” katanya.

Sebagai wakil rakyat, Sudjatmiko menyatakan dukungannya terhadap berbagai program sosialisasi 4 Pilar MPR yang melibatkan komunitas pemuda, kampus, dan organisasi masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut mampu membangun kesadaran kolektif bahwa Pancasila dan UUD 1945 bukan sekadar dokumen negara, melainkan pedoman hidup berbangsa.

“Kita ingin generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter dan kokoh dalam komitmen kebangsaan. Masa depan Indonesia ada di tangan mereka,” pungkasnya.

Berita Terkait