Kam. Apr 30th, 2026

Mari Manfaatkan Waktu “Sebentar” Kita di Dunia

Riki Irfan ST MSi (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)

CiremaiNews,Kuningan- Kesenangan dunia terkadang membuat kita lupa akan cepat nya waktu telah berlalu dalam hidup kita, terkadang badan yang sehat dan waktu yang luang mudah melalaikan kita atas kewajiban kita kepada Allah. Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu): kesehatan dan waktu luang”. (HR Bukhari). Kesulitan dan kesedihan hidup juga terkadang membuat manusia berputus asa kepada pertolongan Allah. Sungguh hidup ini hanya rentetan ujian keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

Kehidupan di dunia ini hanyalah kesenangan yang memperdaya, sebagaimana firman Allah dalam alquran: “Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan, dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan. (Perumpamaannya) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian menjadi kering dan kamu lihat kuning lalu menjadi hancur. Di akhirat ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Al – Hadid : 20).

Waktu kita di dunia tidaklah lama, di tahun 2024, diketahui bahwa angka harapan hidup (AHH) Indonesia itu hanya sekitar 74 tahun. Di negara lain angka harapan hidup lebih panjang, misalnya di arab saudi 78  tahun, di Jepang yaitu 81 tahun, sedangkan di swiss 84 tahun. Dan terkait rata rata umur umat Islam, Rasulullah shallahu alaihi wasallam pernah  bersabda: “Usia umatku (umumnya berkisar) antara 60 sampai 70 tahun. Jarang sekali di antara mereka melewati (angka) itu” (HR. At-Tirmidzi). 

Kita mengetahui bahwa waktu yang diberikan Allah adalah modal kita untuk meraih kesuksesan kebahagiaan di dunia dan akhirat, apabila kita gunakan untuk melakukan kebaikan (amal shalih), sebagaimana firman Allah dalam al-quran: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran”. (QS. al-‘Ashr: 1-3).

Sebagai muslim yang tinggal di Indonesia, kita perlu memanage waktu kita yang relatif pendek ini (AHH orang Indonesia, hanya 74 tahun), untuk kita manfaatkan dengan baik agar dapat menggapai kebahagiaan dunia dan juga keselamatan akhirat, karena kita pasti dikembalikan kepada Allah dan akan diuji oleh Allah siapa yang paling banyak amalnya. Allah berfirman dalam al-quran: “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”.(QS. al-Mukminun: 115); “(Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2).

Sebagai muslim yang beriman, kita telah diingatkan oleh Rasulullah shallahu alaihi wasallam bahwa apa yang kita lakukan di dunia ini, akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah, sebagai mana sabda beliau: “Tidak akan bergeser 2 telapak kaki seorang hamba (kelak) pada hari kiamat hingga ia di-tanya (diminta pertanggung-jawaban oleh Allah) tentang umurnya kemana dihabiskannya (umur tersebut), Mengenai ilmunya bagaimana dia telah mengamalkannya, Mengenai harta-nya, dari-mana ia memperolehnya dan ke mana ia membelanjakannya, serta Mengenai tubuhnya untuk apa digunakannya.”(HR. At-Tirmidzi).

Dalam rangka memanfaatkan waktu kita yang masih tersisa, sebelum kita dipanggil berpulang, berikut ada beberapa catatan untuk bisa kita terapkan bersama, yaitu: jangan menunda-nunda pekerjaan (terutama kewajiban sholat), prioritaskan yang wajib, tinggalkan yang tidak bermanfaat dan buatlah jadwal, menjaga disipilin waktu dan fokus pada target kebaikan dunia dan akhirat.

Berikut ini ada catatan mengenai amalan yang perlu kita disiapkan sebelum kita dipanggil kembali kepada Allah, selagi masih ada waktu hidup, yaitu: Segera bertaubat, senantiasa mempertahankan keimanan, mengesakan Allah (menjaga Tauhid), menjauhi berbuat syirik, mengerjakan semua yang diperintahkan dan menjauhi semua yang dilarang Allah ( shalat 5 waktu, berzakat, menjalankan Puasa Ramadhan, ibadah Haji jika mampu), berahklak mulia (Menjaga Lisan, sopan santun, menolong sesama, tidak curang, tidak berbuat zolim pada sesama), berbakti kepada orang tua (bagi anak) dan taat kepada suami (bagi seorang Istri).

Khusus bagi yang telah mendekati usia 40 tahun atau yang telah mencapai 40 tahun, maka mereka telah wajib bertobat dan berserah diri kepada Allah, sebagaimana firman Allah dalam alquran: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaf: 15).

Selain itu, kita semua, terlebih yang telah berusia 40 tahun atau lebih, perlu memperbanyak mengingat kematian dan persiapkan bekal terbaik untuk akhirat, sebagaimana dalil berikut ini: “Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi), “… Ber-bekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal.” (Al-Baqarah: 197).

Momentum bulan Ramadhan tahun ini yang tinggal tersisa beberapa hari ini,  mari kita terus menyembah Allah, tidak menyekutukanNya dan meningkatkan kualitas ibadah dan keihklasan dalam beribadah. Allah menciptakan kita untuk beribadah dan tidak menyekutukanNya,  sebagaimana firman Allah dalam alquran: “Aku tidak menciptakan Jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat: 56), “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (QS. Annisa: 36).

Demikian, semoga tulisan ini dapat mengingatkan penulis sendiri dan pembaca yang seiman, bahwa waktu kita di dunia tidak lama, senantiasa penuh ujian keimanan dan kita pasti berpulang, maka perbanyak perbekalan kita, yaitu iman dan takwa. Beribadahlah hanya kepada Allah dan jangan sekalipun menyekutukan Allah. wallahu alam bishawab.

Berita Terkait