Riki Irfan ST M.si (Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan)
CiremaiNews ,Kuningan- Kehidupan kita ini sejatinya adalah wahana ujian bagi kita. Setiap manusia tidak akan terlepas dari berbagai persoalan, permasalahan, dari yang sederhana dan mudah diatasi hingga permasalahan yang sangat berat, membuat manusia gundah, resah, berupaya keras untuk mengatasinya dan bahkan tidak jarang terpuruk hingga hilang kendali.
Kenyataan ini harus dihadapi sebagai suatu kepastian sunatulloh yang pasti dan menjadi salah satu tanda kehidupan manusia. Ujian yang paling umum adalah permasalahan di keluarga, permsalahan dalam hubungan sosial, permasalahan dalam hal ekonomi, permasalah di pekerjaan dan lainnya.
Kita sering mendengar nasehat dari para ulama mengenai perlunya sabar dalam menjalani ujian kehidupan, terus semangat mencari solusi dan yakin bahwa setiap permasalahan pasti ada ujungnya dan solusinya. Lalu apa sebenarnya sabar itu? Kenapa sabar menjadi salah satu kunci keberhasilan? Ataukan itu mungkin hanya ucapan dan doktrin tanpa makna?.
Terkait hal itu, maka pada kesempatan ini penulis yang juga sedang terus belajar untuk bersabar, mencoba merangkumkan acuan bagi kita terkait dengan anjuran (kewaiban) untuk senantiasa bersabar.
Definisi Sabar
Sabar secara bahasa berarti “menahan” dan “mencegah”. Permasalahan hidup atau ujian yang diberikan oleh Allah pada dasarnya untuk menguji seberapa besar keimanan dan ketakwaan kita dalam menghadapi permasalahan (ujian) hidup yang kita alami.
Adanya ujian hidup juga untuk mengasah kedewasaan cara pikir dan cara bersikap yang pada akhirnya akan membentuk manusia menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Dilain sisi, tidak semua orang mampu menerapkan kesabaran dalam setiap ujian hidup yang dihadapinya. Ada orang yang justru lepas kendali, keluar dari nilai keimanan dan tidak mau bersabar bahkan akhirnya mengambil solusi yang tidak diridhai oleh Allah.
Sabar adalah menahan diri dari segala gundah-gulana dan emosi, menahan lisan dari keluh kesah, menahan anggota tubuh dari perbuatan buruk, serta bertahan dalam kondisi apa pun seraya terus berserah diri kepada Allah Subhanahu wataala.
Terdapat 3 rukun dari Sabar, yaitu:
1) Menahan hati dari perasaan marah, kesal, dan dongkol terhadap ketentuan Allah;
2) Menahan lisan dari berkeluh kesah dan menggerutu akan takdir Allah;
3) Menahan anggota badan dari bermaksiat seperti menampar wajah, menyobek pakaian, membanting barang barang dan perbuatan lain yang menunjukkan sifat ‘tidak terima’ terhadap ketetapan Allah yang menimpanya.
Sungguh sangat banyak ayat ayat Al-Quran yang juga menerangkan akan sabar dan fadilahnya, antara lain:
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ” (QS Al-Baqarah: 153).
“…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.”(QS.Al-Baqarah:177).
“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat:34-35).
“…dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun” (Sesungguhnya kami adalah milik Alloh dan kepada-Nya-lah Kami kembali.)” (QS. Al-Baqarah: 155-156).
“Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.”(QS. Al-Anfal:46).
Latih Terus Kesabaran
Sabar yang sempurna itu harus mencakup ketiga dimensi berikut ini:
1. Sabar dalam melaksanakan taat kepada Allah, yaitu tetap menjaga kesabaran dalam menjalani kehidupan dan mengamalkan perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan dengan ikhlas dan secara kontinu hanya untuk mendapatkan ridha Allah. “Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah dalam memerintahkannya.” (QS. Thaha: 132)
2. Sabar dalam menjauhi kemaksiatan, yaitu senantiasa menjaga kesabaran dan melawan hawa nafsu untuk menghindari semua kemaksiatan. “Yusuf berkata: ‘Wahai Rabbku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika Engkau tidak hindarkan aku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh’.” (QS. Yusuf: 33).
3. Sabar dalam menerima takdir Allah, yaitu dalam menghadapi takdir Allah harus senantiasa sabar dan bijak. Takdir yang menimpa manusia bisa berupa takdir yang menyenangkan dan berupa musibah. Kedua perkara takdir tersebut harus hadapi dengan penuh rasa syukur dan rasa sabar. “Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu.” (QS. Al-Insan: 24)
Keutamaan dan Keuntungan Sabar
Sabar dalam pandangan ajaran Islam memiliki keutamaan dan keuntungan yang sangat besar. Karena sifat sabar adalah termasuk perilaku mulia yang wajib dilakukan oleh seluruh manusia agar dapat menyelesaikan semua persoalan hidupnya.
Dengan sabar masalah yang dihadapi jadi terasa lebih ringan, dengan sabar masalah yang dihadapi pasti dapat diselesaikan dengan lebih efektif, dengan sabar masalah yang dihadapi dapat diselesaikan tanpa menyisakan rasa sakit hati atau menimbulkan rasa sakit hati lainnya, dengan sabar pula maka manusia akan senantiasa menjalani kehidupannya dengan lebih tenang dan tentram tanpa merasa gelisah.
Keutamaan dari sifat sabar, diantaranya: Orang yang sabar akan senatiasa ditolong oleh Allah, memperoleh pahala tanpa batas, mendapatkan kemuliaan, dan akan mendapatkan surga. Segala urusan yang dihadapi oleh orang-orang sabar adalah baik:
“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua perkara (yang menimpanya) adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia mendapat kebahagiaan dia bersyukur maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar maka itu juga baik baginya.” (HR. Muslim).
Sabar itu membawa keberuntungan (falah), baik di dunia maupun di akhirat. Namun banyak manusia yang tidak memahaminya. Sabar bukan berarti lemah, melainkan bentuk keteguhan hati dalam ketaatan, menjauhi maksiat, dan menerima takdir.
Berikut adalah acuan kenapa sabar membawa keuntungan, antara lain:
Orang sabar mendapat pahala yang tanpa batas: “”Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.
” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).
Orang bersabar itu bersama Allah (mendapat Pertolongan Allah): “”Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153).
Orang sabar mendapat keberhasilan & kemenangan sejati: “Sesungguhnya pada hari ini Aku memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka. Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.” (QS. Al Mukminun: 111).
Orang sabar mendapat Keberuntungan:
“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu, kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap siaga di perbatasan (negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung..” (QS. Ali Imron: 200).
Orang sabar akan mendapatkan balasan Surga: “”Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (berupa) surga dan (pakaian) sutera.” (QS Al Insan:12).
Orang sabar karena selalu mengingat Allah akan memperoleh ketentraman Hati: “”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’d: 28).
Demikian artikel ini penulis rangkum dari berbagai sumber, semoga dapat menjadi pengingat penulis secara pribadi dan umumnya dapat bermanfaat bagi yang membaca. Mari terus melatih sabar dan meraih keberuntungan sebagaimana janji Allah. Wallahualam bishawwab.

