Jum. Jan 16th, 2026

Macan Tutul Mangsa Dua Kambing di Desa Tundagan, Warga Waspada

CiremaiNews.com, Kuningan – Dua ekor kambing milik warga di Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, menjadi korban serangan macan tutul dalam dua hari berturut-turut. Peristiwa ini membuat warga setempat waspada dan pemerintah desa telah melaporkan insiden ini kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Menurut Lurah Pasir Cimindi, Rusnendi, serangan pertama terjadi pada Rabu (16/4/2025) subuh, dan serangan kedua terjadi pada Jumat (18/4/2025) malam menjelang magrib. “Macannya masuk lewat celah kandang, lalu naik ke atap. Dua kali kejadian, selang satu hari,” ujarnya.

Kandang kambing yang diserang macan tutul berada sekitar satu kilometer dari pemukiman warga, di dekat area hutan. Wujud macan tutul tidak terlihat jelas oleh warga, namun ditemukan jejak kaki khas dan ciri-ciri warna hitam dengan totol putih di sekitar lokasi kejadian.

Sebagai langkah awal, warga melakukan pengusiran menggunakan suara-suara bunyi-bunyian. Namun, hewan tersebut belum terlihat meninggalkan area tersebut sepenuhnya. Pemerintah Desa telah melaporkan insiden ini kepada BKSDA pada Jumat lalu.

Kepala BKSDA Cirebon, Slamet, menyarankan pengusiran dan perondaan malam hari untuk menghadapi kemunculan macan tutul di Desa Tundagan. “Belum bisa turun ke lapangan karena masih fokus menjaga kawasan, mungkin Senin lusa. Namun, kami sarankan warga untuk melakukan pengusiran dulu dengan bunyi-bunyian kentongan atau mercon untuk mengusir macan tutul,” katanya.

Slamet juga menduga bahwa macan tutul besar sedang mengajar anaknya berburu. “Memang habitatnya di sana dari Ciniru, Hantara hingga Cimenga,” katanya. Untuk mengantisipasi kemunculan macan tutul, Slamet menghimbau kepada kepala desa untuk menginstruksikan warga meronda di malam hari dan anak-anak tidak keluar malam hari.

Dengan adanya serangan macan tutul ini, warga Desa Tundagan diminta untuk waspada dan berhati-hati. “Kami berharap warga dapat lebih waspada dan berhati-hati dalam menghadapi situasi ini,” tambah Slamet.

Insiden ini menjadi perhatian serius bagi warga dan pemerintah desa, serta menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan di sekitar habitat hewan liar.

Berita Terkait