CiremaiNews.com, Cirebon,- Suasana berbeda tampak di SMP Negeri 1 Suranenggala, Kabupaten Cirebon.Ratusan pelajar mengikuti kegiatan edukatif “KPK Mengajar”, bagian dari program nasional Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi yang digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Kegiatan ini menjadi sarana membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan pendidikan dan pemerintahan. Hadir langsung dalam acara tersebut, Bupati Cirebon H. Imron menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap program yang digelar oleh KPK.
“Kami ucapkan terima kasih kepada KPK yang telah membimbing anak-anak sekolah dan para pejabat agar Kabupaten Cirebon bersih dari korupsi. Kalau korupsi tidak ada, pembangunan akan jauh lebih maksimal,” ujar Imron. Senin (28/7/2025)
Menurutnya, pendidikan antikorupsi harus menyasar dua kelompok penting: pelajar sebagai masa depan bangsa, dan pejabat sebagai penentu kebijakan saat ini. Ia juga menyoroti bentuk-bentuk korupsi non-materiil seperti ketidakdisiplinan yang sering diabaikan namun berdampak besar terhadap pelayanan publik.
Sementara itu, Kepala Sekretariat KPK Guntur Kusmeiyano menjelaskan bahwa program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi sudah berjalan sejak 2014 dan tahun ini menyasar delapan kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Cirebon. Tujuannya adalah menyebarkan nilai-nilai antikorupsi ke seluruh pemangku kepentingan — dari pelajar hingga aparatur desa.
“Kami memperkenalkan nilai antikorupsi melalui akronim ‘Jumat Bersepeda KK’, yaitu: Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, dan Kerja Keras. Kami tanamkan melalui cara-cara yang menyenangkan seperti permainan, kesenian, hingga nonton bareng,” terang Guntur.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terutama pada kegiatan interaktif seperti diskusi publik dan sesi tanya-jawab. Guntur berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu tumbuhnya gerakan antikorupsi di berbagai sektor.
“Kegiatan ini kami harapkan menjadi pemantik. Mudah-mudahan bisa direplikasi, diperluas, agar nilai-nilai antikorupsi menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Program ini menjadi langkah nyata membangun Indonesia yang bersih dari korupsi, dimulai dari ruang kelas hingga ruang rapat pemerintahan.

