CiremaiNews, Kuningan – Dorongan menjaga keseimbangan alam kembali muncul saat Wakil Ketua KNPI Kuningan Bidang Kajian Publik, Muhammad Hanif, bertemu Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis.
Dalam pertemuan itu, Hanif menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan keselamatan lingkungan hidup.
Hanif, yang juga Ketua Bapora MPC Pemuda Pancasila Kuningan, menyampaikan bahwa laju industrialisasi yang masif menimbulkan tekanan besar terhadap ruang hidup masyarakat, terutama di daerah berkembang.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan seluruh proyek industri dijalankan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan keberlanjutan ekologis.
“Perubahan adalah keniscayaan, tapi kerusakan alam juga perlu kita minimalisir di tengah maraknya industrialisasi yang dilakukan negara. Pembangunan harus berjalan, tetapi keseimbangan alam tidak boleh dikorbankan,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
Hanif menekankan perlunya penguatan kerangka keseimbangan lingkungan dalam setiap program pembangunan, termasuk kewajiban melakukan kajian lingkungan yang menyeluruh untuk mencegah dampak ekologis jangka panjang.
Ia juga menilai pentingnya transparansi pemerintah serta pelibatan masyarakat dan pemuda dalam penyusunan kebijakan agar suara publik benar-benar menjadi pertimbangan.
Pertemuan ini disebut sebagai langkah awal untuk memperkuat advokasi lingkungan dari tingkat daerah. Hanif berharap dialog serupa dapat dilakukan secara rutin agar isu-isu strategis, khususnya di Kabupaten Kuningan dan wilayah Jawa Barat, dapat dibahas dengan pendekatan yang lebih berpihak pada keadilan ekologis.






