CiremaiNews, Kuningan – Proton Futsal Club (FC) merayakan satu tahun perjalanan klub melalui tasyakuran sekaligus refleksi, Ahad (30/11/2025), di Ballroom Grand Cordela Hotel Kuningan. Acara dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Ketua KONI Kuningan, Kadisporapar, serta jajaran Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Barat.
Dalam sambutan resmi, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi capaian Proton FC yang dalam usia setahun telah menorehkan berbagai prestasi, termasuk gelar Juara Liga Nusantara (Linus) Seri A Jawa Barat 2024. Ia menilai tata kelola klub yang profesional merupakan faktor penting keberhasilan.
“Kuningan bisa melahirkan atlet-atlet terbaik dari cabang futsal yang mampu mengharumkan daerah di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” ujar Bupati.
Ia berharap Proton FC dapat menjadi contoh pengelolaan klub olahraga yang terbuka, transparan, dan berorientasi pembinaan.
Presiden Proton FC, Indra Thony Gunawan, menyampaikan bahwa momentum setahun perjalanan klub dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat langkah selanjutnya. Menurutnya, sejumlah cita-cita besar masih harus dikejar.
Proton FC menetapkan dua target utama diantaranya pada tahun 2026 Menjuarai PFL 2 (Liga Futsal Profesional 2), kemudian target tahun 2027 dapat berlaga di Pro Futsal League (PFL).
Indra menyatakan optimismenya bahwa tim mampu memenuhi target kompetitif tersebut. Dalam kesempatan itu, pihaknya menceritakan kembali awal berdirinya Proton FC. Klub tersebut berawal dari diskusi santai di sebuah warung kopi satu tahun lalu. Ide tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan pembinaan usia dini (U-10 sampai U-17) di bawah Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI).
Perjalanan menuju kompetisi profesional dimulai ketika Proton FC berkolaborasi dengan Klub Rahayu untuk turun di Linus Seri B. Meski belum menjuarai kompetisi, performa tim mulai dilirik AFP Jawa Barat, yang kemudian mendorong Proton FC naik ke Linus Seri A.
Sebelum berlaga di Seri A, klub menjalani verifikasi ketat AFP Jabar, mulai dari manajerial, kurikulum, sarana, hingga finansial, dan berhasil mengantongi Lisensi A.
“Kami menjawab kepercayaan itu dengan totalitas. Kami merekrut Direktur Teknik, pelatih kiper, dan pelatih fisik profesional dari Bandung untuk membangun tim yang benar-benar kompetitif,” ujarnya.
Dengan pemusatan latihan di Kuningan dan Bandung selama dua bulan, Proton FC akhirnya keluar sebagai Juara Linus Seri A Jawa Barat.
Dalam penutupan acara, manajemen memperkenalkan para pemain yang telah menembus kompetisi Liga Pro serta jajaran pelatih dan ofisial yang berperan dalam capaian tersebut.
“Ini sejarah yang kita tulis bersama. Dari logo yang awalnya hanya siluet wajah, kini menjadi simbol Kuda berlari kencang. Prestasi ini kami persembahkan untuk masyarakat Kuningan,” katanya.






