CiremaiNews, Kuningan – Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada 28 November dimanfaatkan Paguyuban Kelompok Tani Hutan (KTH) Silihwangi Majakuning untuk kembali melakukan penanaman pohon endemik di kawasan lereng Gunung Ciremai.
Plt. Ketua Paguyuban KTH Silihwangi Majakuning, Nandar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian lingkungan yang rutin dilakukan komunitasnya.
“Menanam pohon adalah cara kami merawat kehidupan. Pada peringatan 28 November 2025 ini, kami ingin menegaskan komitmen Paguyuban untuk terus menjaga hutan Ciremai,” ujar Nandar saat dihubungi, Minggu (30/11/2025).
Dalam kegiatan tersebut, jenis tanaman yang ditanam difokuskan pada pohon endemik khas Ciremai, antara lain Saninten (Castanopsis argentea) dan Jamuju. Menurut Nandar, kedua jenis tersebut dipilih karena memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan ekosistem hutan.
“Tanaman endemik lebih adaptif dan memiliki fungsi ekologis yang vital. Ini juga menjadi upaya menjaga keberlanjutan sumber mata air,” kata Nandar.
Aksi penanaman kali ini juga menjadi bentuk konsistensi anggota paguyuban setelah wafatnya penggerak utama mereka, Alm. Edi Syukur. Nandar menegaskan bahwa aktivitas pelestarian tetap berjalan melalui kerja swadaya, mulai dari pembibitan hingga pemulihan blok-blok hutan yang membutuhkan restorasi.
Paguyuban KTH Silihwangi Majakuning berharap gerakan tersebut dapat mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk turut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi sederhana seperti menanam dan merawat pohon.






