Kam. Apr 30th, 2026

Sudjatmiko Ajak Anak Muda Kota Bekasi Hidupkan Nilai Pancasila di Era Digital

Anggota MPR RI dari Fraksi PKB, Sudjatmiko, menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi digital. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Kota Bekasi dan dihadiri ratusan pelajar, mahasiswa, serta komunitas kepemudaan.

Dalam paparannya, Sudjatmiko mengingatkan bahwa tantangan kebangsaan hari ini tidak lagi berbentuk fisik, melainkan ideologis dan kultural. Menurutnya, polarisasi sosial, intoleransi, serta penyebaran paham ekstrem melalui media sosial menjadi ancaman serius bagi persatuan bangsa. “Anak muda harus menjadi penyejuk, bukan penyulut. Media sosial itu ruang publik baru, di sanalah karakter kebangsaan diuji,” ujarnya di hadapan peserta.

Sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, ia menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis, melainkan kompas moral dalam kehidupan sehari-hari. Nilai Ketuhanan, menurutnya, harus tercermin dalam sikap saling menghormati antarumat beragama. Sementara nilai Persatuan Indonesia harus diwujudkan dengan menolak politik identitas yang memecah belah.

Sudjatmiko juga mendorong generasi muda Bekasi untuk berkontribusi dalam mengurangi ketimpangan sosial melalui inovasi dan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Ia menyebut bahwa keadilan sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab negara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya anak muda yang kreatif dan adaptif terhadap teknologi.

Dalam sesi dialog, sejumlah peserta menyampaikan keresahan terkait maraknya ujaran kebencian di media sosial serta sulitnya akses permodalan bagi usaha pemula. Menanggapi hal itu, Sudjatmiko mengajak anak muda untuk memperkuat literasi digital dan membangun jejaring kolaboratif agar mampu menghadapi tantangan zaman secara kolektif.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk menghidupkan budaya musyawarah mufakat dalam organisasi kepemudaan serta memperkuat solidaritas lintas komunitas. Sudjatmiko berharap generasi muda Kota Bekasi dapat menjadi contoh praktik kebangsaan yang inklusif dan progresif. “Indonesia ke depan ada di tangan kalian. Jangan biarkan perbedaan memecah, justru jadikan itu kekuatan untuk melangkah bersama,” tegasnya.

Berita Terkait