
CiremaiNews, Kuningan – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, berkomitmen penuh untuk mendorong pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan. Salah satu fokus utamanya saat ini adalah merealisasikan aspirasi warga Kelurahan Cigadung yang menginginkan fasilitas olahraga yang layak.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Tina menyampaikan bahwa proses pengadaan lapangan sepak bola untuk Karang Taruna Cigadung tengah berjalan. Demi mempercepat proses tersebut, ia bahkan siap memberikan bantuan alat berat secara pribadi.
“Kalau memang itu sangat dibutuhkan segera oleh Karang Taruna Cigadung, ya sudah, saya bisa membantu apa? Tadi kebetulan yang disampaikan adalah alat ya, beko. Saya bantu apa yang bisa saya bantu langsung,” ujar Tina Wiryawati.
Ia menambahkan bahwa langkah taktis ini diambil agar masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama. “Daripada misalnya saya harus menunggu nanti kapan lagi, atau apa lagi, nanti lapangannya enggak jadi-jadi. Saya berharap dengan adanya bantuan untuk lapangan bola ini bisa bermanfaat untuk anak-anak sampai yang main bola lah,” tuturnya.
Selain infrastruktur olahraga, legislator dari Fraksi Gerindra ini juga menaruh perhatian serius pada penanganan bencana longsor yang mengancam rumah warga di wilayah tersebut. Tina menegaskan pentingnya pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sebagai langkah penanganan awal yang mendesak.
“Tadi saya sudah melihat foto, itu ternyata sangat perlu bantuan karena longsornya hampir separuh rumah. Sebisa mungkin, paling tidak TPT dulu yang saya bantu secara pribadi,” jelasnya
Terkait program pemberdayaan masyarakat, khususnya pemanfaatan Alun-Alun Cigadung, Anggota Komisi III DPRD Jabar ini menginginkan adanya perencanaan yang matang dan terpadu. Menurutnya, pemberdayaan tidak boleh bersifat sementara, melainkan harus berkelanjutan (continue).
“Kita harus duduk lagi. Sudah ada rencana tuh akan seperti apa, maunya seperti apa, supaya pemberdayaan yang dilakukan nanti mungkin di alun-alun ini, itu terpadu dan continue. Tidak tiba-tiba ada terus hilang,” tegas Tina.
Menanggapi usulan warga mengenai pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) yang tersistem, Tina yang memiliki pengalaman sebagai Direktur SSB Pelita Jaya ini menyambut baik ide tersebut. Namun, ia menekankan bahwa mendirikan SSB membutuhkan komitmen jangka panjang serta dukungan sarana prasarana yang memadai, mencontoh manajemen sepak bola di negara-negara maju seperti Belanda.”Pendidikan bola itu akan lama. Sekarang tergantung masyarakatnya, saya tidak mau mendirikan kalau tidak ada komitmen, misalnya ada yang bantu. Di Belanda itu, satu RW bisa memiliki sampai delapan lapangan bola yang bagus sekali. Jadi mereka sudah dibina sejak usia dini dan ditunjang dengan lapangan. (Hildan)




