Ming. Jan 18th, 2026

UMKM Kuningan Dibekali Pertahanan Digital Hadapi Maraknya Kejahatan Siber

CiremaiNews.com, Kuningan – Semakin kuatnya arus digitalisasi, pelaku UMKM di Kabupaten Kuningan kini bukan hanya dituntut kreatif dalam usaha, tetapi juga tangguh secara digital.

Ancaman doxing, scam, hingga deepfake yang kian marak membuat keamanan digital menjadi kebutuhan mendesak bagi bisnis kecil. Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Pelatihan Literasi Digital di Gunungkeling, Jumat (5/12/2025).

Kegiatan bertema “Digital Empowerment: Menguatkan Skill, Melindungi Data, Mengasah Budaya dan Etika Online” ini diikuti ratusan mahasiswa serta sejumlah pelaku UMKM yang ingin meningkatkan kemampuan bertahan di era serbadaring.

Perwakilan Komdigi, Abdul Jalil Hermawan, menegaskan UMKM perlu memanfaatkan teknologi secara produktif, sekaligus memahami ancaman yang bisa merugikan usaha mereka.“Digitalisasi harus dimanfaatkan untuk hal produktif. Masyarakat termasuk UMKM harus bisa menghindari aspek negatif seperti doxing, scam, hingga deepfake,” ujar Jalil.

Ia menambahkan bahwa pelaku UMKM kini juga berperan sebagai kreator konten untuk memasarkan produknya. Karena itu, etika digital dan kehati-hatian dalam membagikan informasi sangat penting.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari, menyebut perlindungan data pribadi sebagai fondasi penting bagi UMKM yang menjalankan usaha melalui media sosial maupun marketplace.

“Keamanan digital itu vital. Jangan sembarangan membagikan data pribadi. Banyak kasus penipuan berawal dari informasi yang bocor,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran pelaku UMKM dalam pelatihan ini menunjukkan kesadaran yang semakin baik tentang pentingnya keamanan digital.

Pegiat digital sekaligus narasumber, Marino, menekankan bahwa mahasiswa dan UMKM memiliki peran besar dalam menciptakan ruang digital yang sehat.

“Mahasiswa adalah generasi penerus, sementara UMKM adalah penggerak ekonomi lokal. Keduanya harus kuat dalam literasi digital,” jelasnya.

Ia berharap pelatihan ini menjadi awal dari pembekalan yang lebih serius bagi UMKM Kuningan agar tidak hanya aktif di dunia digital, tapi juga aman dari berbagai risiko siber.

“Literasi digital butuh edukasi berkelanjutan, tidak cukup sekali,” tandasnya.

Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat UMKM lokal dalam menghadapi tantangan ekonomi digital—dari perlindungan data, etika konten, hingga kewaspadaan terhadap penipuan siber demi usaha yang lebih aman, profesional, dan berdaya saing.

Berita Terkait