Jum. Mei 1st, 2026

Asyik Ngobeng, Melis Gozali Tewas Terseret Arus Cisanggarung

CiremaiNews,Kuningan – Operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Cisanggarung, Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, berakhir pada Kamis 30 April 2026,siang. Tim SAR gabungan menemukan korban, Melis Gozali (28), dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi awal kejadian.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu, 29 April 2026, malam sekitar pukul 19.00 WIB. Korban yang tengah mencari ikan bersama empat rekannya diduga terseret arus saat hendak menyeberangi sungai. Korban diperkirakan tersangkut akar di dasar sungai dengan kedalaman sekitar empat meter.

Upaya pencarian sempat dihentikan pada Rabu malam pukul 21.00 WIB akibat keterbatasan jarak pandang dan kondisi cuaca. Pencarian kemudian dilanjutkan pada Kamis pagi pukul 07.30 WIB dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta relawan dan masyarakat setempat.

Hasilnya, korban berhasil ditemukan sekitar pukul 08.20 WIB, atau kurang dari satu jam setelah pencarian dilanjutkan. Korban ditemukan berjarak sekitar 10 meter dari titik awal dilaporkan hilang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyatakan setelah proses evakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban ditemukan oleh tim gabungan tidak jauh dari titik nol. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Kepala Desa Galaherang, Tata Subrata, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian. Ia menyebut koordinasi telah dilakukan sejak laporan pertama diterima pada Rabu malam.

“Sejak awal kami berkoordinasi dengan seluruh unsur agar pencarian berjalan maksimal. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat,” katanya.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga di Dusun Nagreg RT 006 RW 004 untuk proses pemulasaraan.

BPBD Kuningan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama pada bagian yang dalam atau berarus deras, guna mencegah kejadian serupa terulang. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup.(Tatang Budiman)

Berita Terkait