CiremaiNews.com, Kuningan – Tren batik saat ini menunjukkan kebangkitan yang signifikan, terutama di kalangan generasi muda. Desainer Maya Ratih menyatakan, “Kalau batik sih tetap nomor satu ya, menurut saya trennya,” menekankan bahwa batik kontemporer terus berkembang dengan berbagai inovasi. Batik jeans, misalnya, menggabungkan elemen tradisional dengan bahan modern seperti denim, menjadikannya lebih menarik bagi Gen Z.
Popularitas batik juga terlihat dalam dunia mode internasional. Banyak desainer, termasuk Diane von Furstenberg dan Tommy Hilfiger, telah memasukkan batik dalam koleksi mereka. “Batik telah menjadi tren mode yang digemari oleh masyarakat,” ungkap seorang pengamat mode, menunjukkan bahwa kain ini kini menjadi bagian penting dari desain pakaian sehari-hari.
Keberagaman motif batik semakin meluas, mencakup dari yang tradisional hingga yang lebih inovatif. Maya Ratih menambahkan, “Tidak akan ketinggalan zaman (batik), dan itu akan terus bergulir seiring waktu,” menegaskan pentingnya pelestarian batik di kalangan generasi muda.
Batik kini bukan hanya sekadar kain tradisional tetapi juga esensial dalam fashion modern. Ini terlihat dari bagaimana batik digunakan dalam berbagai jenis pakaian, termasuk jaket dan blus.
Dengan tren ini, batik diharapkan terus relevan dan berkembang. Seperti dikatakan Maya, “Kita sebagai generasi muda harus menyampaikan terus dengan tepat supaya terus bergulir,” menyoroti tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya ini.
Dengan adanya tren batik yang semakin melejit dengan bebagai inovasi banyaknya kalangan anak muda yang tidak mau kalah dalam berfashion dan tampil stylish memadukan batik dengan hal hal modern supaya terlihat kekinian hal ini bisa dilihat dari maraknya anak kuliah yang menggunakan style batik dengan jeans.

