Rab. Apr 22nd, 2026

Mapolres Kuningan Disantroni Ratusan Mahasiswa, Aksi Bela Affan

CiremaiNews.com– Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM dan Cipayung Plus menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Kuningan, Jumat siang (29/8/2025). Aksi tersebut digelar untuk mengenang Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas setelah tertabrak dan terseret kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta sehari sebelumnya.

Aksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Dengan nuansa duka, mahasiswa menyuarakan kecaman terhadap aparat kepolisian dan menuntut pertanggungjawaban atas insiden yang merenggut nyawa Affan. Seorang orator menyampaikan harapan agar tragedi serupa tidak kembali terjadi. “Semoga peristiwa seperti yang menimpa almarhum Affan tidak terjadi di Kuningan maupun di daerah lain di Indonesia,” ujarnya melalui pengeras suara.

Dalam pernyataan sikap, mahasiswa menegaskan penolakan terhadap tindakan represif aparat yang dinilai mencederai demokrasi. Mereka juga mendesak agar mahasiswa yang ditahan dalam aksi di Jakarta segera dibebaskan tanpa syarat. “Kami mengecam keras kekerasan aparat dalam mengawal aksi damai. Kami juga menuntut kawan-kawan yang ditahan segera dibebaskan,” kata orator lain.

Meski sebagian besar berlangsung kondusif, aksi sempat diwarnai kericuhan kecil. Beberapa petugas kepolisian mengalami luka ringan akibat lemparan batu, namun situasi segera dapat dikendalikan.

Kapolres Kuningan, AKBP M. Ali Akbar, menyampaikan apresiasinya atas jalannya aksi mahasiswa. Ia menegaskan aspirasi yang disampaikan akan diteruskan ke Mabes Polri. “Kami sudah menerima dan akan menindaklanjuti permintaan mahasiswa. Itu bagian dari demokrasi, kebebasan berpendapat. Yang penting, Kuningan tetap kondusif dan aman,” ujarnya.

Sementara itu, tujuh personel Brimob yang berada di kendaraan taktis saat insiden maut di Jakarta telah diperiksa atas dugaan pelanggaran kode etik. Mereka adalah Bripka R yang menjadi pengemudi, Kompol C yang duduk di kursi pendamping, serta lima anggota lain yang berada di bagian belakang kendaraan, yaitu Aipda R, Briptu D, Bripda M, Bharaka J, dan Bharaka Y.

Sebagai informasi, Affan tewas di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Kendaraan taktis Brimob yang menabraknya sempat berhenti sejenak, lalu kembali melaju hingga melindas tubuh Affan yang sudah tergeletak di jalan. Peristiwa itu memicu kemarahan massa pengemudi ojek online dan warga yang kemudian mendatangi Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.(Mans Bom)***

Berita Terkait