Sel. Mar 17th, 2026

BPBD Kuningan Catat Tiga Titik Longsor Akibat Cuaca Ekstrem

CiremaiNews, Kuningan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayah tersebut pada November 2025. Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan telah menginstruksikan seluruh relawan kebencanaan agar siaga penuh di wilayah rawan bencana.

“BMKG sudah memprediksi adanya potensi curah hujan tinggi antara tanggal 11 hingga 20 November ini. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah perbukitan dan bantaran sungai,” ujar Indra Bayu saat dikonfirmasi, Selasa (11/11/2025).

Ia menambahkan, BPBD Kuningan juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta melakukan langkah-langkah pencegahan sederhana.

“Kami selalu mengingatkan agar jangan membuang sampah sembarangan karena bisa menyumbat saluran air. Selain itu, warga juga disarankan memangkas pohon tua atau besar di sekitar rumah untuk menghindari potensi tumbang saat angin kencang,” tambahnya.

Berdasarkan data BPBD, sejumlah bencana sudah terjadi sejak awal November 2025. Kejadian tersebut meliputi tanah longsor dan angin kencang atau puting beliung yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Kuningan. Di antaranya, longsor terjadi di Desa Karangsari Kecamatan Darma, Desa Cisukadana Kecamatan Kadugede, dan Desa Ciwaru Kecamatan Ciwaru pada 4 hingga 6 November 2025. Longsor tersebut menimbun saluran air, merusak tembok penahan tanah, serta menyebabkan dinding rumah warga retak.

Sementara itu, peristiwa angin kencang atau puting beliung terjadi di Kecamatan Darma, Kecamatan Subang, dan Desa Karangtawang Kecamatan Kuningan pada rentang waktu 31 Oktober hingga 4 November 2025. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap, beberapa pohon tumbang menimpa pagar, dan jaringan listrik sempat terganggu.

Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam serangkaian peristiwa tersebut. Tim gabungan bersama masyarakat telah melakukan penanganan cepat di lokasi terdampak, termasuk pembersihan material longsor dan perbaikan sementara infrastruktur.

Indra Bayu juga mengajak masyarakat untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda potensi bencana di sekitar tempat tinggal.

“Kewaspadaan dan kecepatan informasi dari warga sangat penting. Jika melihat tebing retak atau pohon miring, segera lapor ke pemerintah desa atau posko BPBD agar bisa segera ditangani,” ujarnya.

BPBD Kuningan bersama BMKG akan terus memperbarui informasi cuaca dan melakukan koordinasi lintas sektor guna meminimalisasi risiko bencana selama puncak musim hujan berlangsung.

Berita Terkait