Ming. Jan 18th, 2026

Ambisi Smart System Pemkab Kuningan Dipertanyakan, Website Disusupi Judi Online

Ciremainews, Kuningan — Ambisi Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk mewujudkan Smart System kembali menuai sorotan. Infrastruktur digital yang seharusnya menjadi etalase profesionalitas pemerintahan justru menunjukkan kondisi memprihatinkan. Website resmi Pemkab Kuningan sempat mengalami gangguan akses Error 404 Not Found, bahkan lebih serius lagi ditemukan konten judi online yang bersarang di domain pemerintah.

Temuan mencolok muncul pada subdomain Sinyaman milik Dinas Sosial Kabupaten Kuningan. Alih-alih melayani kebutuhan sosial masyarakat, laman tersebut justru menampilkan promosi judi daring bertajuk “Slot Gacor” lengkap dengan narasi “Toto Slot”, yang dinilai mencederai citra institusi pemerintah.

Selain itu, aplikasi Silandak—sistem layanan daerah yang terintegrasi langsung ke domain resmi kuningankab.go.id—juga ikut terdampak gangguan akses. Beberapa tautan yang terhubung ke aplikasi tersebut sempat tidak dapat dibuka dan menampilkan pesan Error 404, sehingga menghambat akses layanan digital yang dibutuhkan masyarakat.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kuningan, Nunung Khazanah, melontarkan kritik keras atas lemahnya pengamanan siber website pemerintah daerah.

“Website pemerintah adalah wajah digital Kabupaten Kuningan. Jika sistemnya dengan mudah disusupi konten judi online atau sering mengalami error, ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan proteksi data,” tegas Nunung, Selasa (23/12/2025).

Ia menegaskan persoalan keamanan siber tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan kepercayaan publik.

“Kita tidak boleh main-main dengan keamanan siber karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tambahnya.

Selain persoalan penyusupan konten ilegal, gangguan teknis berupa pesan Error 404 Not Found pada sejumlah tautan berita dan aplikasi layanan publik dinilai mencerminkan lemahnya manajemen konten serta stabilitas server website Pemkab Kuningan.

Meski pihak pemerintah daerah mengklaim gangguan tersebut telah diatasi, kalangan pemerhati teknologi menilai langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan.

Penggiat web sekaligus ahli teknologi informasi, Nanang Subarnas, menilai kecepatan klarifikasi tidak bisa menutupi cacat teknis yang ada.

“Kejadian tadi memang cepat diatasi, tapi dalam sistem digital, error seperti ini tidak boleh sering terjadi. Smart system itu diuji dari stabilitas dan kesiapan teknisnya, bukan dari seberapa cepat klarifikasi setelah bermasalah,” ujar Nanang.

Hingga berita ini diterbitkan, pengelola website resmi Pemkab Kuningan belum memberikan penjelasan terbuka terkait penyebab kebocoran keamanan tersebut maupun langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Berita Terkait