Perayaan HAB Kemenag ke-79, Guru Honorer Masih Meratap

CiremaiNews.com, Kuningan – Ketua Karang Taruna di salah satu kelurahan di Kabupaten Kuningan sekaligus anggota bidang pengkaderan Pemuda Pancasila Kabupaten Kuningan, R. Oki, menyoroti kesenjangan yang dirasakan guru-guru honorer di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), terutama yang mengajar di sekolah swasta.

Dalam perayaan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag yang ke-79, Oki mengungkapkan bahwa ada perasaan kontras di antara para guru honorer. “Ada yang bergembira ria, ada juga yang meratap sedih. Inilah kenyataan yang dihadapi oleh guru-guru honorer di sekolah swasta,” ujarnya.

Salah satu isu utama yang mencuat adalah tidak diizinkannya guru honorer di sekolah swasta untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Salah seorang guru honorer yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. “Saya sudah bertahun-tahun mengajar dengan harapan bisa ikut seleksi P3K. Tapi ternyata harapan itu kandas karena kuota P3K hanya untuk guru yang mengajar di sekolah negeri,” katanya dengan nada sedih.

Ia juga mempertanyakan kebijakan yang dianggap diskriminatif tersebut. “Sekolah kami terdaftar resmi sebagai penyelenggara pendidikan. Hak dan kewajiban kami sama, bahkan pengalaman saya mengajar sudah puluhan tahun. Tapi ada guru baru di sekolah negeri yang bisa ikut P3K dan lolos. Ini sangat tidak adil,” tambahnya.

R. Oki menegaskan bahwa usia Kemenag yang sudah menginjak 79 tahun seharusnya menjadi momen refleksi untuk lebih adil dalam mensejahterakan para pengajar. “Sayangnya, Kemenag belum bisa menjadi ‘orang tua’ yang adil bagi guru-guru di sekolah swasta,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa adanya perbedaan aturan antara sekolah negeri dan swasta menciptakan kesenjangan yang signifikan. “Pada dasarnya tugas dan kewajiban guru sama, baik itu di bawah naungan Kemenag atau Disdik, baik di sekolah negeri maupun swasta. Namun, faktanya guru-guru di sekolah swasta seperti dianaktirikan,” jelasnya.

Perayaan HAB di Kuningan yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti lomba olahraga, seni wayang golek, dan jalan santai dengan hadiah utama umrah, memberikan kesan bahwa kesejahteraan guru di Kemenag sangat baik. “Tapi, itu hanya berlaku untuk PNS. Kami para guru honorer, terutama di sekolah swasta, masih jauh dari kesejahteraan yang layak,” tambahnya.

Ia berharap ke depannya ada kebijakan yang lebih adil, termasuk wacana agar guru-guru honorer di sekolah swasta bisa memilih penempatan P3K di sekolah swasta. “Kalau begitu, kan benar-benar adil,” tutupnya.***

Related Posts

FOBI Kuningan Targetkan Tampil Maksimal di Porprov Jabar 2026

FOBI Kuningan Targetkan Tampil Maksimal di Porprov Jabar 2026

Ridho Suganda Dorong Peran UMKM di HUT BPR Raksa

PT BPR Raksa Wacana Agri Purnama merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 dengan menggelar acara sederhana namun penuh kebersamaan di Spirit Coffee, Kabupaten Kuningan, Jumat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

FOBI Kuningan Targetkan Tampil Maksimal di Porprov Jabar 2026

  • By admin
  • Desember 15, 2025
FOBI Kuningan Targetkan Tampil Maksimal di Porprov Jabar 2026

Ridho Suganda Dorong Peran UMKM di HUT BPR Raksa

  • By admin
  • Desember 15, 2025
Ridho Suganda Dorong Peran UMKM di HUT BPR Raksa

Moratorium Izin Perumahan Jabar, Pembangunan Wisata Ciremai Disorot

  • By admin
  • Desember 15, 2025
Moratorium Izin Perumahan Jabar, Pembangunan Wisata Ciremai Disorot

Risiko Bencana, Izin Perumahan Kuningan Dimoratorium Gubernur Dedi Mulyadi

  • By admin
  • Desember 15, 2025
Risiko Bencana, Izin Perumahan Kuningan Dimoratorium Gubernur Dedi Mulyadi

Mamah Dedeh Ajak Jemaah Kuningan Perbanyak Bertasbih Jalan Meraih Berkah

  • By admin
  • Desember 15, 2025
Mamah Dedeh Ajak Jemaah Kuningan Perbanyak Bertasbih Jalan Meraih Berkah

Wabup Kuningan Soroti Standar Dapur Program MBG

  • By admin
  • Desember 15, 2025
Wabup Kuningan Soroti Standar Dapur Program MBG