Jum. Apr 3rd, 2026

Antrean Truk Pengangkut Sampah Memanjang di TPA Gunungsantri

CiremaiNews.com, Cirebon,-Antrean panjang truk pengangkut sampah terlihat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunungsantri, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, pada Selasa (7/1/2025). Hal ini terjadi setelah peralihan pembuangan sampah dari TPA Kubangdeleg yang ditutup sementara akibat protes warga setempat.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan truk bertuliskan “Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon” terlihat mengular di pintu masuk TPA. Para sopir truk tampak beristirahat di warung kopi sekitar, menunggu giliran untuk membuang sampah sejak pukul 06.00 WIB.

Salam, petugas harian TPA Gunungsantri, menjelaskan bahwa peralihan pembuangan sampah ini mengakibatkan peningkatan jumlah armada truk yang masuk ke TPA Gunung santri.

“Dulu, armada dari wilayah timur membuang sampah ke TPA Kubangdeleg. Sekarang, armada tersebut dialihkan ke Gunung santri, sehingga jumlahnya meningkat drastis,” ujarnya.

Ia menyebut,total terdapat 59 truk pengangkut sampah yang masuk ke TPA Gunungsantri setiap harinya, dengan kapasitas angkut 7 hingga 14 ton per truk.
Meskipun tidak terjadi penumpukan sampah, volume sampah yang meningkat membuat kapasitas lahan di TPA Gunung santri lebih cepat penuh.

Salam juga menambahkan bahwa jam kerja petugas kini bertambah karena antrean yang lebih panjang. “Dulu, jam 13.30 WIB sudah selesai, sekarang bisa sampai 14.30 WIB,” katanya.

Salam berharap agar TPA Kubangdeleg dapat segera dibuka kembali untuk mengurangi beban di TPA Gunungsantri. Sementara itu, Andi Suhandi, salah satu sopir truk, mengungkapkan kelelahan akibat jarak jauh dan antrean panjang yang harus ditempuh.

Sebelumnya, TPA Kubangdeleg di Kabupaten Cirebon ditutup sementara setelah warga Desa Kubangdeleg melakukan aksi protes terkait buruknya pengelolaan TPA yang merugikan mereka. Penutupan sementara TPA ini tentu berdampak pada efektivitas pengelolaan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan, mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha memahami aspirasi masyarakat, namun beberapa masalah membutuhkan waktu untuk penyelesaian.

Iwan menjelaskan, bahwa pengolahan sampah di TPA Kubangdeleg merupakan kegiatan resmi pemerintah yang bertujuan untuk melayani 18 kecamatan di wilayah timur Kabupaten Cirebon.

“Kalau dampak, pasti ada sedikit perubahan ya. Ketika 18 kecamatan wilayah timur tadinya kita layani di Kubangdeleg, otomatis efektivitas, kecepatan, kemudian cakupan pengelolaan sampah di timur akan lebih baik.”ungkap Iwan.

“Tapi ketika Kubangdeleg memang ditutup, pasti akan ada pergeseran untuk mengalihkan ke tempat lain yang secara waktu, secara biaya operasional akan membengkak,” jelas dia.

Saat ini, sampah dari wilayah timur Kabupaten Cirebon dialihkan ke TPA Gunungsantri, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan.

Meski demikian, DLH berharap agar dialog dengan masyarakat Desa Kubangdeleg dapat menghasilkan solusi terbaik.

“Imbauannya untuk masyarakat Desa Kubangdeleg, saya kira nanti kesempatannya sore ini kita akan duduk bersama, kita akan istilahnya memetakan peta permasalahannya apa.”ujarnya

“Mudah-mudahan situasi ini dipahami secara bersama, kemudian ada keputusan terbaik untuk Kabupaten Cirebon,”tutupnya.

Berita Terkait