Ciremainews, Kuningan – Staf Kantor Pusat PT Puspita Cipta, Mukhlis, menanggapi video pembangunan jalan berkelok di kawasan kaki Gunung Ciremai, Cisantana, memantik perhatian publik setelah ramai diisukan sebagai proyek sirkuit balap.
Mukhlis menegaskan proyek itu bukan sirkuit, melainkan akses menuju area pembangunan Pesantren Darut Tauhid yang berdiri di atas lahan wakaf.
“Jalan itu tidak diaspal, hanya di-paving. Fungsinya untuk akses ke Pesantren Darut Tauhid yang sedang dibangun di atas lahan wakaf,” ujar Mukhlis saat dikonfirmasi, Rabu (3/12/2025).
Isu kerusakan lingkungan turut menjadi sorotan warga, terutama terkait penebangan pohon di kawasan yang berada di kaki Ciremai tersebut. Menanggapi hal itu, Mukhlis menjelaskan bahwa perusahaannya sedang melakukan penggantian jenis tanaman (replanting) untuk memperbaiki komposisi vegetasi. Pohon Kaliandra yang mendominasi area disebut sedang diganti dengan pohon kayu keras dan tanaman endemik Gunung Ciremai.
“Pohon Kaliandra itu kita ganti dengan pohon kayu seperti Damar, Jamuju, Pinus, dan Beringin. Tujuannya agar tegakan pohon lebih kuat dan sesuai dengan ekosistem, jadi bukan sekadar menebang tanpa solusi,” jelasnya.
Mukhlis juga memberikan penjelasan mengenai pembangunan hotel milik PT Puspita Cipta yang berada di lokasi berbeda. Hotel berkapasitas sekitar 40 kamar itu masih dalam tahap konstruksi.
“Untuk hotel, target launching belum bisa dipastikan. Kami masih fokus pada pengerjaan konstruksi dan berusaha semaksimal mungkin agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Pihak pengembang berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang simpang siur terkait aktivitas pembangunan di kawasan Palutungan. Meski begitu, pemantauan terhadap dampak lingkungan dan transparansi perizinan diperkirakan masih akan menjadi perhatian masyarakat dan pemerhati lingkungan di Kuningan.







https://shorturl.fm/BKdc8