Rab. Feb 11th, 2026

BNN Kuningan Serukan Perang terhadap Narkoba di Dunia Pendidikan pada Momen Hardiknas 2025

CiremaiNews.com, Kuningan – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 menjadi penting bagi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan untuk mengingatkan bahaya narkotika yang mengancam generasi muda, serta memperkuat upaya pencegahan dan penyadaran akan pentingnya pendidikan dan kesadaran akan bahaya narkotika di kalangan pelajar dan masyarakat.

Kepala BNN Kabupaten Kuningan, Agus Mulya, menegaskan pelajar adalah generasi penerus yang akan membawa Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Namun, hal itu tak akan tercapai jika persoalan narkoba di lingkungan pendidikan diabaikan.

“Indonesia Emas 2045 mustahil tercapai jika kita tak peduli pada bahaya narkoba. Momentum Hardiknas ini harus jadi titik balik menjadikan institusi pendidikan sebagai pilar dalam mewujudkan Indonesia Bersinar—Bersih Narkoba,” ujarnya.

BNN Kuningan menggandeng berbagai pihak, terutama Dinas Pendidikan, untuk menjalankan program pencegahan narkoba di sekolah. Program mencakup sosialisasi, penyuluhan, pembinaan upacara, pelatihan kepemimpinan siswa (LDKS), serta deteksi dini melalui tes urine.

BNN juga membentuk relawan dan penggiat anti-narkoba di sekolah, termasuk pendekatan teman sebaya yang efektif memberikan pengaruh positif. Kegiatan seni budaya bertema anti-narkoba turut digelar untuk menyampaikan pesan secara kreatif.

“Ke depan, kami ingin ada duta anti-narkoba di tingkat SLTP, SLTA, hingga perguruan tinggi. Ini bukan program sesaat, tapi gerakan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga,” ujarnya.

Data BNN Kuningan mencatat, hingga April 2025, sebanyak 27 pelajar SMP dan SMA terjerat penyalahgunaan narkoba. Angka ini meningkat dari tahun 2024 yang mencatat 19 kasus. Para korban berusia antara 14 hingga 17 tahun, sebagian masih duduk di bangku kelas 7 SMP. Jenis narkoba yang disalahgunakan bervariasi, termasuk obat-obatan terlarang.

Agus menekankan pentingnya peran keluarga menjaga anak dari pengaruh lingkungan. Menurutnya, program di sekolah tak akan efektif tanpa dukungan orang tua.

“Orangtua harus peka. Perubahan perilaku, gaya hidup, atau pergaulan anak bisa jadi tanda. Jangan sampai terlambat,” tegasnya.

Ia menolak kebijakan mengeluarkan siswa korban narkoba dari sekolah. “Mereka punya hak mendapat pendidikan. Tugas kita memulihkan, memastikan mereka kembali ke jalur yang benar.”

Dengan semangat Hardiknas 2025, BNN Kuningan mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu melindungi generasi muda dari narkotika demi masa depan Indonesia yang gemilang.

Berita Terkait