CiremaiNews, Kuningan – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki menyoroti kondisi lesunya sektor pariwisata di wilayahnya. Menurutnya, industri hotel dan restoran di Cirebon tengah menghadapi masa sulit akibat kejenuhan wisatawan terhadap tawaran kuliner yang selama ini menjadi andalan kota tersebut.
“Sektor kuliner sudah bosan. Tapi kalau kita jual suasana begini, mereka tertarik. Tapi kan hanya untuk di weekend. Untuk di weekday-nya, wisatawan berbeda treatment-nya,” ujar Imam saat ditemui, Rabu (19/11/2025).
Imam menjelaskan bahwa situasi ini membuat pelaku usaha hotel mulai melakukan langkah efisiensi, terutama dalam pengelolaan tenaga kerja.
“Teman-teman hotel sudah mulai efisiensi. Terus penghematan karyawan, kita sudah mulai. Bukan pengurangan. Kalau pengurangan, alhamdulillah sampai November ini, sampai Desember, kita masih agak lumayan. Tapi penghematan itu istilahnya yang kontrak-kontrak, yang daily worker, bisa kita kurangin,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa kondisi pariwisata semakin tertekan lantaran alokasi anggaran pemerintah belum berpihak pada kegiatan pariwisata dan MICE.
“Sektor lain kan nasibnya lagi bagus. Tapi kalau sektor kita, pariwisata, lagi kurang bagus. Karena memang pengalokasian dananya bukan ke acara MICE atau meeting, tapi ke yang lain,” ungkapnya.
Sebagai langkah strategis, PHRI Jawa Barat akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Cirebon pekan depan. Imam menyampaikan bahwa seluruh BPC PHRI akan hadir untuk merumuskan usulan kepada pemerintah.
“Dari acara Rakerda itu, kan kita pengusulan nanti ke Pak Gubernur. Jadi Pak Gubernur itu bisa lari ke Kementerian Pusat, agar tahun depan dilonggarkan lagi. Enggak semua lari ke MBD dan yang lain,” katanya
Menurut Imam Reza Hakiki, wisatawan kini lebih banyak memilih Kuningan sebagai destinasi utama, terutama pada akhir pekan. Bahkan tamu hotel yang menginap di Cirebon pun lebih memilih menghabiskan waktu dan uang mereka di Kuningan.
“Di Cirebon itu, hampir semua tamu yang menginap hari Sabtu, 80 persen lari ke Kuningan. Jadi makan itu hanya makan malam di hotel, selebihnya makan malam dan wisata kuliner di Kuningan. Karena mereka sudah bosan di Cirebon,” ujarnya.
Ia menyebut Arundina sebagai lokasi yang paling banyak diminati wisatawan saat ini.
Kiki menegaskan media memiliki peran penting dalam membantu mempromosikan destinasi wisata, terutama kawasan Kuningan yang kini menjadi magnet wisatawan.
“Kami sangat besar mengharapkan sama-sama untuk membantu mempromosikan. Terutama ini Kota Kuningan, maksudnya Kuningan. Kita ini berharap besar, jujurnya, sama Kuningan,” tutupnya.






